by

Warga Sangihe Keluhkan Jaringan Telkomsel, Ini Jawaban DisKominfo

SANGIHE, SASTALPos.com – Gangguan Koneksi Jaringan Telkomsel di kabupaten kepulauan Sangihe selang tahun 2019 ini, menjadi perbincangan hangat warga kepulauan. mulai dari status yang diposting di media sosial, Media elektronik seperti radio hingga di tempat ibadah.

Sekretaris Dinas Kominfo kabupaten Sangihe, Ellenita Kapal M.Si  ketika dikonfirmasi mengatakan gangguan jaringan ini bukan menyangkut kebijakan pemerintah melainkan masalah frekwensi sehingga suara tidak jelas,

“ ini masalah frekwensi dan sudah menyangkut teknis, nanti akan dijelaskan oleh bagian teknis,” kata Kapal

Kepala bidang E-Gov, Yeremias Bukasiang menjelaskan soal teknis, dimana Kabupaten Sangihe hanya mengunakan satu Provider (Penyelenggara jasa Internet) yakni Telkomsel anak perusahaan dari TELKOM. Sementara perangkat milik Telkomsel sudah 3 kali dilakukan Upgrade karena kapasitas penguna di Sangihe itu meningkat setiap bulan.

“ Sekarang ini kapasitas yang digunakan sudah melebihi batas dimana  toleransinya cuma maximal 90 % dari batas penguna dari antena pemancar, ini malah melebihi 600 MB per second sehingga overload penguna, ” papar Bukasiang

Dijelaskannya pula, jaringan yang dipakai saat ini point to point, frekwensi radio yang ditembak langsung dari Manado dan melalaui jalur jaringan Tagulandang Biaro dan Siau kemudian ke Sangihe dan Talaud. Sehingga di posisi salah satu jalur ini mengalami gangguan yang pasti semua akan terganggu.

“ kalau ada gangguan di wilayah Sitaro sudah pasti di Tahuna dan Talaud juga akan terganggu,” Jelasnya.

Disinggung soal upaya pemerintah daerah melalui dinas terkait dalam menanggani masalah jaringan tersebut, Pihaknya hingga sekarang ini terus melakukan upaya dengan meminta pihak telkomsel untuk menambah tower maupun peralatan serta mengundang semua provider yang ada di Indonesia untuk melakukan investasi di kepulauan Sangihe,

“ kami sudah mengajukan permintaan penambahan kapasitas ke pihak Telkomsel  bahkan meminta provider lain seperti Indosat, XL  untuk masuk di Sangihe, namun menjadi kendalanya adalah hitungan bisnis dimana belum bisa menguntungkan menurut mereka,” Jelasnya (Gun)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed