by

Olly Perjuangkan Raja Bataha Santiago Tahun Depan Jadi Pahlawan Nasional

SANGIHE, SASTALPos.com – Kesibukan Seorang Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE yang sampai tanggal 5 Desember 2020 ini mengambil cuti karena keikut sertaannya pada Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) 9 Desember nanti, tetap menyempatkan diri untuk mengunjungi Makam Raja Manganitu Bataha Santiago di Kampung Karatung Kecamatan Manganitu Sangihe yang merupakan pahlawan asal Nusa Utara, Senin,(9/11/2020).dalam kunjungannya sekaligus kampanye.

Cagub dan cawagub Petahana Olly – Steven ketika berziarah di makan Pahlawan Bataha Santiago, Manganitu Sangihe

Ketika berziarah di Makam Raja Bataha  Santiago Olly Dondokambey didampingi Calon Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Ketua DPRD Sulut dr. Andi Silangen beserta rombongan.

Kehadiran bendahara DPP PDI Perjuangan ini ternyata memiliki maksud tersendiri bukan hanya sekedar berziarah semata, namun melihat langsung kondisi Makam Raja Santiago untuk menjadi referensi pengajuan jadi pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara pada tahun 2021 nanti.

” kehadiran saya hari ini, guna melihat langsung makam Raja Bataha Santigo, sebab ini merupakan salah satu pejuang kebanggaan kita semua. Ketika zaman itu dirinya dengan tidak takut mati menolak menandatangani perjanjian dagang dengan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) Belanda,” Kata Dondokambey.

Menurut Olly, pejuang seperti Bataha Santiago patut mendapat penghargaan oleh Negara untuk dijadikan sebagai pahlawan Nasional, dan kerinduan inilah menjadikan Calon Gubernur petahana untuk berkunjung langsung di Makam Raja ke – III Kerajaan Manganitu ini,

” nantinya tahun depan kita akan usulkan Don Jugov (Jogolov) Sint Santiago nama lengkap Bataha Santiago untuk menjadi pahlawan Nasional,” tandas Cagub petahana ini usai berziarah.

Diketahui, Don Jugov (Jogolov) Sint Santiago adalah nama lengkapnya (Bataha berarti sakti). Raja ke -3 Kerajaan Manganitu bertakhta dari tahun 1670 – 1675 setelah menggantikan ayahnya. Lahir di desa Bowongtiw Kauhis, Manganitu pada tahun 1622. Ia merupakan satu-satunya raja di Kepulauan Sangihe yang keras kepala dan menolak menandatangani perjanjian dagang dengan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) Belanda.

Penulis : Gun

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed