Peningkatan Efektifitas Pancing Ulur “Kakintu Kindaeng” Di Desa Palahanaeng Kecamatan Tabukan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe

SANGIHE, SASTALPOS.COM – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (TPKM) Politeknik Negeri Nusa Utara ( Polnustar) Tahuna memberikan penyuluhan dan pelatihan, pendampingan, dan monitoring serta evaluasi bagi kelompok nelayan penangkap ikan di Desa Palahanaeng. Jumat (2/6/2023). Bertempat di Kantor Desa Palahanaeng, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (TPKM)  tersebut diketuai oleh  Ir. Costantein I. Sarapil, S.Pi, MA, beranggotakan Joneidi Tamarol, S.Pi, M.Si  dan Eunike I. Kumaseh, S.Si, M.T. serta kegiatan ini dibiayai oleh Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Politeknik Negeri Nusa Utara sesuai dengan Kontrak Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan Program Studi Tahun Anggaran 2023.

Menurut Ketua TPKM Ir. Costantein I. Sarapil, S.Pi, MA, permasalahan yang ada pada kelompok nelayan di Desa Palahanaeng  yaitu minimnya jumlah alat tangkap dan kurang efektifnya alat tangkap. Program PMUP ini memberikan edukasi tentang alat tangkap handline atau pancing ulur “Kakintu Kindaeng”, serta penyuluhan efektifitas penggunaannya bagi kelompok nelayan.

Baca juga:  Keseriusan Rinny Tamuntuan Membangun Sangihe Mulai Terbukti, Ini Faktanya

 

“ Peningkatan efektifitas alat tangkap yang dilakukan yaitu perubahan tatakan mata pancing. Awalnya diusulkan untuk menggunakan bahan kayu. Namun, alat tangkap yang dibuat dengan menggunakan bahan pipa PVC jauh lebih tahan lama,” Kata Sarapil.

Dijelaskannya pula, metode pengabdian yang akan dilakukan yaitu memberikan penyuluhan dan pelatihan, pendampingan, dan monitoring serta evaluasi bagi kelompok nelayan penangkap ikan di Desa Palahanaeng.

 

“ Pengabdian kepada Masyarakat ini membantu kelompok nelayan di Desa Palahaneng dalam meningkatkan hasil tangkapan, dimana berimplikasi pada peningkatan pendapatan nelayan. Kakintu kindaeng merupakan salah satu alat tangkap yang umum digunakan oleh nelayan di Desa Palahanaeng. Untuk menangkap ikan Kindaeng  merupakan sebutan warga lokal untuk ikan Tongkol, dimana merupakan jenis ikan pelagis yang memiliki nilai ekonomis,” Tandasnya.

Baca juga:  Konsolidasi Partai Gerindra Sangihe, Suawa Instruksikan Kader Gerindra Dukung Olly - Steven

 

Lanjut dijelaskannya, dalam proses pengoperasiannya dengan diulurkan ke perairan dengan ditarik dan disentak-sentak sambil perahu dijalankan menggunakan mesin.

 

“ Hasil tangkapan ini ada yang dijual dan ada juga yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi keluarga sehari – hari,” Tutupnya.

 

Sementara itu, sejumlah nelayan menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga bisa menambah wawasan bagi mereka dalam menangkap ikan dilaut.

 

“ kam para nelayan sangat berterima kasih kepada para dosen Politeknik yang sudah memberikan penyuluhan dan pelatihan, pendampingan, dan monitoring serta evaluasi bagi kelompok nelayan penangkap ikan di Desa Palahanaeng,” Ungkap salah satu Nelayan. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *