Gunung Ruang Sitaro Erupsi Lagi Saat Warga Tertidur Lelap

SASTALPOS.COM.SITARO.Gunung Ruang Kabupaten Kepulauan Sitaro kembali mengeluarkan Lahar Panas Erupsi Kembali Pukul 02.35 WITA Selasa dini hari suasana mencekam warga panik berhamburan (29-4/24).

 

Erupsi kedua kembali terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi sementara ini ± 10 menit.

 

Sementara itu , Yudia Tatipang Kepala Pos PGA Sitaro menyampaikan kondisi saat itu mencekam.

” Terdengar gemuruh kencang erupsi Gunung Ruang, hujan batu di Pos PGA, gempa terasa dari erupsi, mati listrik karena dimatikan PLN, suasana mencekam, dan seismik BPPTKG di pulau off, serta suara masih gemuruh terdengar disertai kaca gemetar,” Jelas Tatipang saat dikonfirmasi pukul 03:05 WITA.

Baca juga:  Satlantas Polres Sangihe Tertibkan Balap Liar, Empat Pelaku Diamankan

 

Dalam laporannya dituliskanya, Gunung api Ruang dinaikan status dari level III (siaga) menjadi level IV (awas), pihaknya juga tetap menghimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung api Ruang , pengunjung atau wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif.

 

Juga masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 kilometer agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius

 

“Bahkan, masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan dan tsunami akibat material erupsi yang masuk kelaut atau runtuhnya tubuh gunung api

Baca juga:  Sondakh Serap Aspirasi di Empat Kecamatan dan Siap Perjuangkan

ke dalam laut,” Jelasnya.

 

“Pun, masyarakat dihimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan,” imbuhnya

Dirinya juga menghimbau untuk pemerintah daerah, BPBD provinsi dan kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *