SITARO.SASTALPOS.COM – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menggelar rapat koordinasi penanganan darurat bencana alam di Pulau Siau. Rapat koordinasi tersebut dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak guna memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.
Rapat berlangsung di Ruang Media Center Pemerintah Daerah Kepulauan Sitaro dan dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Inggrid Kalangit. Kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, jajaran BNPB, Kementerian Sosial, unsur TNI-Polri, Forkopimda, serta perangkat daerah terkait.
Bupati Chyntia Inggrid Kalangit menyampaikan bahwa penanganan bencana telah memasuki hari keempat sejak kejadian. Sejumlah akses jalan yang sebelumnya tertutup material longsor kini sudah kembali dapat dilalui kendaraan.
“Penanganan bencana di Pulau Siau sudah memasuki hari keempat. Akses jalan yang sempat tertutup material longsor kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, meskipun pembersihan masih terus dilakukan,” ujar Chyntia Inggrid Kalangit.

Namun demikian, Bupati mengakui masih terdapat lima titik dengan tingkat kerusakan cukup parah, yakni di Kelurahan Bahu, Kampung Peling, Kampung Batusenggo, Kampung Bumbiha, dan Kampung Laghaeng.
“Fokus kami saat ini adalah pembersihan rumah warga dan pembukaan akses jalan di lima titik terdampak paling parah. Tim gabungan terus bekerja di lapangan bersama masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK RI, Dr. Lilik Kurniawan, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penanganan selama masa tanggap darurat yang ditetapkan selama 14 hari.
“Pemerintah pusat berkomitmen mendukung penuh penanganan bencana di Pulau Siau selama masa tanggap darurat 14 hari. Bantuan logistik telah disalurkan melalui Kementerian Sosial dan pendataan korban serta kerusakan terus dilakukan sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Lilik Kurniawan.
Usai rapat koordinasi, rombongan langsung melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak, mulai dari Mako Polres Kepulauan Sitaro hingga Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, dan Kampung Batusenggo. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi infrastruktur dan rumah warga serta berdialog dengan masyarakat.
“Kami ingin memastikan penanganan darurat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik,” ujar Lilik Kurniawan saat peninjauan.
Peninjauan lapangan ini menjadi bentuk respon cepat pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana di Pulau Siau berjalan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.(REDAKSI )





