Ukir Sejarah! Bodo/Glimt Jadi Wakil Norwegia Pertama di 16 Besar UCL Setelah 29 Tahun

Olahraga499 Dilihat

MILAN, SASTALPOS.COM – Bodo/Glimt menciptakan kejutan besar di Liga Champions (UCL) dengan menyingkirkan Inter Milan di San Siro, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Menang tipis 2-1 (agregat 5-2), tim asal Norwegia ini resmi melaju ke babak 16 besar setelah meruntuhkan dominasi raksasa Italia tersebut di kandangnya sendiri.

​Pasukan Kjetil Knutsen tidak hanya datang untuk bertahan. Meski terus ditekan sejak menit awal, disiplin tingkat tinggi dan skema serangan balik mematikan menjadi senjata utama mereka.

Gol pembuka dari Jens Petter Hauge pada menit ke-58 seolah meruntuhkan mental I Nerazzurri yang tak berdaya menembus tembok kokoh tim tamu. Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah modern Liga Champions.

Dilansir dari UEFA Stats, Keberhasilan Bodo/Glimt menyingkirkan Inter Milan bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan sebuah ledakan sejarah yang mengakhiri penantian panjang.

Baca juga:  Bantai Atalanta 6-1, Michael Olise Jadi Bintang Kemenangan Bayern Munchen

Bodo/Glimt resmi menjadi klub Norwegia pertama yang berhasil menembus babak 16 besar Liga Champions dalam 29 tahun terakhir. Pencapaian fantastis ini sekaligus menyamai rekor legendaris Rosenborg pada musim 1996/1997, yang uniknya saat itu juga lolos setelah secara mengejutkan mengalahkan AC Milan di stadion yang sama.

Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen mengungkapkan bahwa lolosnya mereka ke 16 besar terasa sangat tidak nyata.

​”Mengetahui bahwa kami adalah tim Norwegia pertama yang lolos sejak 29 tahun lalu terasa sangat tidak nyata. Banyak yang meragukan kami bisa bertahan di San Siro, tapi pemain saya menunjukkan karakter luar biasa. Kami tidak hanya bertahan, kami proaktif. Ini adalah malam bersejarah bagi seluruh rakyat Norwegia.” Kata Kjetil Knutsen dikutip dari Kompas Bola

Baca juga:  Hasil M7: Perjalanan ONIC ID Terhenti Ditangan Team Liquid PH

Keberhasilan Bodo/Glimt ini sekaligus menegaskan status mereka sebagai “Giant Killer” baru di Eropa, mengingat sebelum menyingkirkan Inter, mereka juga sempat membungkam tim-tim besar lainya seperti Manchester City dan Atletico Madrid di fase grup.

Disisi lain, Kekalahan ini mencatatkan sejarah kelam bagi Inter Milan yang harus tersingkir di babak playoff oleh tim non-unggulan.

Ketidakberdayaan Inter terlihat dari dominasi penguasaan bola yang mencapai 60%, namun gagal menembus pertahanan disiplin Bodo/Glimt yang dikawal kiper Nikita Haikin. Sang kiper tampil fenomenal dengan menggagalkan setidaknya lima peluang emas dari Lautaro Martinez dan Pio Esposito.*

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP