Lansia 82 Tahun di Sangihe Hilang ke Kebun, Pencarian Intensif Belum Membuahkan Hasil

Berita, Sangihe1557 Dilihat

SANGIHE, Sastalpos.com – Seorang pria lanjut usia bernama Arman Makitika (82), warga Lindongan III Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dilaporkan hilang saat menuju kebun sejak Rabu (22/4).

Hingga Kamis (23/4), korban belum ditemukan meski upaya pencarian intensif telah dilakukan oleh warga bersama aparat kepolisian.

Laporan orang hilang tersebut disampaikan langsung oleh Kapitalaung Kampung Lelipang, Manangsang Mandiangan, ke Polsek Tamako sekitar pukul 14.20 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir terlihat pada Rabu pagi di area perkebunan. Salah satu saksi, Yuliana Mangampang (62), mengaku sempat bertemu korban sekitar pukul 08.00 Wita saat dirinya dalam perjalanan pulang dari kebun Onto.

“Saat itu korban mengatakan hendak ke kebun untuk mengikuti adiknya yang sudah meninggal dua tahun lalu,” ungkap saksi.

Baca juga:  Dandim 1301/Sangihe Kungker Pos Perbatasan Pulau Marore Dan Kawaluso

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak keluarga. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga bersama warga setempat langsung bergerak melakukan pencarian sejak pagi hingga malam dengan menyisir sejumlah titik, termasuk kebun Lesa, jalur Barunu, hingga aliran sungai di sekitar lokasi. Namun hingga pukul 21.00 Wita, korban belum berhasil ditemukan.

Cucu korban, Demi Makitika (19), menyampaikan bahwa pencarian telah dilakukan secara maksimal bersama warga, namun belum membuahkan hasil.

Hal senada juga disampaikan keluarga lainnya, Debi Kawewa (34), yang mengatakan pencarian telah dilakukan berulang kali sejak korban dinyatakan tidak kembali dari kebun.

Baca juga:  Ketua DPRD Sulut dan Rio Dondokambey dampingi Pj Bupati Sangihe Serahkan Hewan Kurban dan Bahan Pangan

Sementara itu, Kapolsek Tamako, AKP Meldy Roring, mengungkapkan bahwa dugaan sementara hilangnya korban berkaitan dengan faktor usia lanjut yang memungkinkan terjadinya disorientasi atau kehilangan arah.

“Selain itu, kondisi geografis berupa area perkebunan dan kemungkinan adanya jurang di sekitar lokasi juga menjadi kendala dalam proses pencarian,” jelasnya.

Sejak laporan diterima, personel kepolisian bersama pemerintah kampung dan masyarakat terus melakukan penyisiran di sejumlah lokasi, termasuk kebun Lesa dan Kalaengsina.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum ditemukan. Aparat memastikan pencarian akan terus dilanjutkan dan diperluas.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP