Gubernur Yulius Kirim Bantuan ke Sangihe Pascagempa M 7,7, Pulau Marore hingga Kawio Jadi Prioritas

Berita, Manado234 Dilihat

MANADO, SASTALPOS.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sekitarnya.

Atas arahan langsung Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, bantuan darurat dikirim ke sejumlah wilayah yang mengalami dampak paling signifikan, khususnya di pulau-pulau terluar perbatasan Indonesia-Filipina.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut yang dipimpin Kepala BPBD Sulut Adolf Tamengkel, bantuan difokuskan untuk warga di Pulau Marore, Pulau Matatuang, dan Pulau Kawio, yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat guncangan gempa.

Berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat disiapkan guna membantu masyarakat selama masa tanggap darurat. Bantuan yang dikirim meliputi 3 ton beras, 181 dus mi instan, 37 dus ikan kaleng, 70 baki telur atau sekitar 2.100 butir, 150 lembar tikar, serta 10 lembar terpal.

Baca juga:  Satlantas Polres Kepulauan Sangihe Gelar Operasi Keselamatan Samrat 2026 di Pusat Kota Tahuna

Untuk menjangkau wilayah kepulauan yang memiliki akses terbatas, seluruh logistik diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KRI Selar dari Pelabuhan Manado. Penggunaan kapal perang TNI AL tersebut dinilai efektif karena mampu mengangkut bantuan dalam jumlah besar sekaligus menjangkau daerah-daerah terluar yang sulit diakses.

Kepala BPBD Sulut Adolf Tamengkel menegaskan pihaknya akan memastikan seluruh bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai hasil pendataan terbaru di lapangan.

“Distribusi bantuan akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat setempat agar tepat sasaran serta menjangkau seluruh warga terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan terluar harus menjadi prioritas dalam setiap penanganan bencana.

“Warga di daerah terluar harus menjadi prioritas. Negara harus hadir hingga ke pulau-pulau kecil,” tegas Gubernur melalui BPBD Sulut.

Baca juga:  Gubernur Yulius Tegaskan Dedikasi dan Kolaborasi di Orientasi PPPK Sulut 2026, sebanyak 2.500 Peserta Ikut Apel Perdana

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 31 unit infrastruktur di wilayah Kepulauan Sangihe dan Talaud mengalami kerusakan akibat gempa. Sebagian besar kerusakan terjadi pada rumah warga, sementara tim gabungan masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memantau perkembangan situasi pascabencana serta menyiapkan langkah lanjutan apabila diperlukan tambahan bantuan kemanusiaan.

Selain itu, BPBD Sulut juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan TNI Angkatan Laut guna memastikan proses distribusi logistik berjalan aman, cepat, dan tepat sasaran.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP