Kiper Paraguay Orlando Gill Jadi Mimpi Buruk Jerman, Tepis Dua Penalti dan Pulangkan Kai Havertz Cs

Olahraga37 Dilihat

BOSTON, SASTALPOS.COM — Kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 resmi tercipta di Stadion Boston, Massachusetts. Tim raksasa Eropa sekaligus juara dunia empat kali, Jerman, dipaksa angkat koper lebih awal di babak 32 besar. Skuad asuhan Julian Nagelsmann tersebut ditumbangkan oleh tim kuda hitam Amerika Selatan, Paraguay, lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-4, setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit pada Selasa (30/6) dini hari pukul 03.30 WIB.

​Pahlawan mutlak dari kelolosan bersejarah La Albirroja tidak lain adalah sang penjaga gawang, Orlando Gill. Kiper berusia 26 tahun tersebut tampil bak tembok raksasa yang menjadi mimpi buruk bagi Kai Havertz dan kolega sejak babak pertama hingga drama tos-tosan berakhir.

Tembok Kokoh Bernama Orlando Gill

​Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berjalan dengan pola yang sangat monoton. Jerman mengurung total pertahanan Paraguay. Berdasarkan data statistik dari TNT Sports, Die Mannschaft bahkan mencatatkan penguasaan bola hingga 83% dan melepaskan 170 operan pada paruh babak pertama, berbanding terbalik dengan Paraguay yang hanya mengemas 21 operan. Namun, rapatnya barikade yang dipimpin Gill membuat trio Leroy Sane, Florian Wirtz, dan Kai Havertz frustrasi karena minimnya ruang tembak.

​Asyik menyerang, Jerman justru kecolongan pada menit ke-42. Berawal dari skema sepak pojok, umpan silang matang Matías Galarza berhasil disambar oleh sundulan tajam Julio Enciso yang mengoyak jala Manuel Neuer. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Baca juga:  Cetak Gol Perdana di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Bawa Spanyol Cukur Arab Saudi 4-0

​Memasuki babak kedua, Julian Nagelsmann mengubah taktik dengan menginstruksikan anak asuhnya lebih banyak melepaskan umpan silang udara. Strategi ini langsung membuahkan hasil pada menit ke-54 ketika Kai Havertz sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan kepala setelah menerima assist manja dari Florian Wirtz.

​Jerman sempat mengira mereka memenangkan laga di babak perpanjangan waktu saat Jonathan Tah mencetak gol pada menit ke-102. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena Waldemar Anton dianggap melakukan pelanggaran terlebih dahulu terhadap Orlando Gill. Keputusan ini sempat memicu protes keras hingga membuat Nagelsmann diganjar kartu kuning oleh wasit.

Drama Sudden Death dan Runtuhnya Mental Baja Jerman

​Keperkasaan Gill mencapai puncaknya di babak adu penalti. Menghadapi barisan eksekutor Jerman yang terkenal memiliki mental baja, Gill langsung mementahkan tendangan penalti pertama dari Kai Havertz. Tak berhenti sampai di situ, ia juga berhasil menggagalkan eksekusi penendang keempat Jerman, Nick Woltemade.

​Meski penendang Paraguay Antonio Sanabria dan Fabian Balbuena sempat gagal, nasib sial kembali mendatangi Jerman di babak sudden death. Jonathan Tah yang maju sebagai eksekutor kelima mengirimkan bola melambung jauh di atas mistar. Bek Paraguay, José Canale, yang maju sebagai penendang penentu, dengan dingin menaklukkan Manuel Neuer untuk memastikan kemenangan 4-3 bagi Paraguay.

Baca juga:  Pemkab Sitaro dan TVRI Gelar Nobar Piala Dunia FIFA 2026, Plt Bupati: Perkuat Kebersamaan Warga hingga Laga Final

Pernyataan Emosional Orlando Gill kepada CBC Sports:

“Kami harus menganalisis setiap pemain, setiap detail kecil. Berkat kerja keras dan analisis itu, saya bisa menggagalkan penalti mereka. Kemenangan ini sepenuhnya dipersembahkan untuk seluruh rakyat Paraguay yang tidak pernah berhenti percaya pada kami.”

Ungkapan Kebanggaan José Canale kepada FIFA:

“Saya pikir kami sangat layak mendapatkan satu pertandingan lagi di turnamen ini, mengingat semua hal yang telah kami lalui dan semua kritik yang sempat diarahkan kepada kami. Apa yang ingin saya garis bawahi hari ini adalah betapa bersatunya tim ini. Hari ini kami menunjukkan warna asli Paraguay.”

Fakta Menarik Pasca-Pertandingan (Opta & Media)

  • ​Kutukan Pertama Jerman: Berdasarkan data sejarah yang dilansir oleh CBC Sports, ini merupakan kekalahan pertama Jerman dalam sejarah adu penalti di Piala Dunia. Sebelumnya, Jerman memiliki rekor mengerikan dengan memenangkan enam dari tujuh babak adu penalti di turnamen mayor (dan menang enam kali beruntun sejak kalah dari Cekoslowakia di Final Euro 1976).
  • ​Pembalasan 24 Tahun: Pertemuan ini menjadi ajang balas dendam manis bagi Paraguay setelah hampir seperempat abad lalu disingkirkan Jerman dengan skor 0-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2002.*
Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP