Status Tsunami Dicabut BMKG, Gubernur Yulius Selvanus Instruksikan Pendataan Kerugian Pascagempa M 7,7 di Sulut

Berita, Manado150 Dilihat

MANADO, Sastalpos.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menginstruksikan seluruh pemerintah daerah yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 untuk segera melakukan pendataan kerusakan dan kerugian pascabencana.

Instruksi tersebut disampaikan Gubernur Yulius Selvanus setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri status peringatan dini tsunami yang sempat diberlakukan menyusul gempa kuat yang berpusat di laut, sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada Senin (8/6/2026) pagi.

“Puji Tuhan, status tsunami sudah dicabut BMKG. Agar segera dilakukan pendataan kerugian untuk dilaporkan ke pusat dan menjadi dasar bantuan yang akan didistribusikan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” tegas Gubernur Yulius Selvanus.

Baca juga:  Gubernur Sulut Yulius Selvanus Lantik Kepala BKD, Tegaskan ASN Harus Inovatif dan Siap Jadi Pemimpin Nasional

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur. BMKG kemudian melakukan pemutakhiran data dan pemantauan muka air laut hingga akhirnya menyatakan status peringatan dini tsunami berakhir.

Gubernur Yulius meminta seluruh kepala daerah, BPBD, aparat kecamatan hingga pemerintah kampung bergerak cepat menginventarisasi dampak yang ditimbulkan gempa, baik kerusakan rumah warga, fasilitas umum, infrastruktur, maupun kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

Menurutnya, data yang akurat sangat penting untuk mempercepat proses penanganan dan pengajuan bantuan kepada pemerintah pusat serta penyaluran bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Saya meminta seluruh jajaran tetap siaga, turun langsung ke lapangan, memastikan kondisi masyarakat, serta mendata secara detail setiap kerusakan yang terjadi. Pemerintah Provinsi siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan dan hasil pendataan,” ujar Yulius.

Baca juga:  Bupati Jabes Melantik 28 Kapitalaung Terpilih

Sejumlah wilayah di Kepulauan Sangihe, Talaud, Sitaro hingga beberapa daerah pesisir Sulawesi Utara dilaporkan merasakan guncangan gempa cukup kuat. Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini terus melakukan pemantauan serta asesmen lapangan untuk memastikan kondisi terkini masyarakat pascagempa.

Meski ancaman tsunami telah dinyatakan berakhir, masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG dan pemerintah daerah.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP