Banjir Bandang di Kecamatan Tamako, 174 Warga Terisolir dan Belum Menerima Bantuan

  1. SANGIHE, SASTALPos.com – Akibat curah hujan tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sangihe mengalami Banjir Bandang dan tanah longsor seperti di kampung Lebo Kecamatan Manganitu, banjir di kampung Laine Kecamatan Manganitu Selatan dan di kecamatan Tamako khususnya di Kampung Ulung Peliang (Upel), Pokol dan Balane Jumat, (3/01/2020)

Kecamatan Tamako, Kampung Ulung Peliang walaupun tidak memakan korban jiwa seperti di kampung Lebo namun sebanyak 6 rumah yang hanyut terbawa air, 13 rumah rusak berat 11 Rumah terendam air  dan 31 Kepala Keluarga kurang lebih 80 jiwa sementara ini mengungsi  di Gedung gereja GMITS Imaunel Upel.

Baca juga:  Hadiri Halal Bi Halal Kampung Talawid, Rinny Tamuntuan Ajak Kaum Muslimin Tetap Maknai Nilai Silaturahmi

“ Selain rumah juga ada jembatan yang putus terbawa banjir, jembatan ini menghubungkan lindongan 2 dan 3 dan juga jalan yang terputus kurang lebih 70 Meter,” kata Camat Tamako melalui kepala Seksi Trantib Cristian Derek S.IP kepada sastalpos.com, Jumat (3/1/2020). Malam tadi.

Sementara kampung Balane dan Pokol hanya terendam air yang meluap dari sungai peliang sesuai data dari Kecamatan Tamako, kampung Balane 59 rumah dan Pokol 66  rumah

.” Sampai mala mini ada 174 KK warga lindongan 3 dan 4 Kampung Upel terisolir, karena terputusnya jembatan dan jalan serta aliran listrik  padam total yang padam dikarenakan sejumlah tiang listrik pun terbawa hanyut oleh banjir,” Tutupnya seraya menjelaskan hingga malam ini para pengungsi belum menerima bantuan dari Pemerintah daerah, karena akses jalan Tahuna – Tamako terputus karena lonsor dan banjir bandang di kampung Lebo kecamatan Manganitu.

Baca juga:  Kini PDIP Sangihe Miliki Mobil Ambulance. FAS : Kendaraan Ini Sebagai Bentuk Komitmen Membesarkan Partai dan Melayani Masyarakat

 

Penulis : Gun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *