by

Covid -19, Pasien Positif Sempat Kontak Langsung 12 Orang Termasuk Tenaga Medis dan Keluarga

SANGIHE, SASTALPos.com – Pasien ODP yang terkonfirmasi Positif setelah adanya surat resmi dari Laboratorium Kementerian Kesehatan di Makasar atas hasil tes ke dua Swab tenggorokan melalui uji PCR (Polymerase Chain Reaction) yang menyatakan lelaki 23 tahun asal Tahuna Timur Terkonfirmasi Positif Corona.

Pernyataan adanya satu ODP Positif Corona ini pada konferensi Pers Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Sangihe dr.Jopy Thungari kepada wartawan Kamis, (23/4/2020) sore tadi.

” jadi hari ini, kami sampaikan bahwa dari hasil tes Swab tenggorokan ke dua salah satu ODP terkomfirmasi Positif, dan sangihe kini ada 1 kasus Positif, ” kata kepala dinas Kesehatan ini.

Disinggung soal kontak langsung pasien tersebut sebelum dilakukan isolasi di RSU Pratama Liung Paduli dimana ada sekitar 12 orang yang terkontak langsung, sebab ketika dari Jakarta pasien tiba dengan kapal laut di Tahuna langsung melakukan isolasi mandiri di salah satu rumah Ibadah.

” ketika sehari melakukan isolasi mandiri, pasien merasa tidak enak badan berupa, demam, pilek dan batuk sehingga langsung memeriksakan diri di Puskesmas Tona Tahuna, namun setelah diketahui ada riwayat pejalanan dari zona merah, langsung diarahkan melakukan isolasi mandiri di rumahnya,” ungkap Jubir sesuai pengakuan pasien dan istrinya.

Lanjutnya, selang beberapa hari Satgas menerima laporan warga, sehingga langsung mendatangi rumah Pasien dan melihat kondisi rumah tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri, maka langsung dibawa ke RSUD Liunkendage diperiksa dokter ahli kemudian di lakukan isolasi di RSU Pratama Liung Paduli.

” sekarang pasien sudah 1  minggu dipindahkan ke RSUD liunkendage guna perawatan dan pengambilan Swab tenggorokan,”

Sementara itu, sejumlah orang yang memiliki kontak langsung dengan pasien positif ini, sudah dilakukan konfirmasi dan akan menjalani Rapid tes di RSUD Liunkendage,

” Kami tidak mau ambil resiko sehingga besok akan dilakukan Rapid tes terhadap 12 orang termasuk keluarga inti dan tim medis yang sempat memeriksa kesehatan pasien layaknya pasien umum sehingga tidak mengunakan APD,” tandasnya

Penulis : Gun

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed