Dump Truck Milik PT Dinasty Berbobot Besar Picu Kecelakaan dan Kemacetan di Jalan Nasional Sangihe

Uncategorized362 Dilihat

SANGIHE.SASTALPOS.COM – Sebuah kendaraan berat milik PT Dinasty kembali terlibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kali ini, sebuah dump truck yang diduga bermuatan melebihi kapasitas mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Nasional Tahuna–Manganitu, tepatnya di tanjakan Pedine, Jumat (16/01/2026) sekitar pukul 10.40 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dump truck dengan nomor polisi CL 8376 AY tidak mampu menanjak akibat beban yang berlebihan. Kendaraan tersebut kemudian tergelincir dan mengakibatkan arus lalu lintas di jalur nasional itu terganggu.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan armada dump truck PT Dinasty selama pengerjaan proyek jalan Lesabu–Bukide. Warga dan pengguna jalan menilai insiden serupa sudah berulang kali terjadi dan menimbulkan kekhawatiran.

Baca juga:  Menebar Kasih di Ujung Tugas, Kenangan Manis Danlanal Tahuna di Panti Asuhan

Saat proses evakuasi berlangsung, kemacetan tak terhindarkan. Kendaraan dari dua arah terpaksa dihentikan sementara hingga dump truck berhasil dievakuasi, menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jalan yang melintas.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Tim Investigasi LPPNRI, Darwis Saselah, menyampaikan kritik keras. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan sekitar tujuh unit dump truck berbobot besar milik PT Dinasty sudah lama dikeluhkan masyarakat.

“Sejak awal operasional, dump truck dengan bobot sekitar 10 hingga 40 ton ini sudah membuat pengguna jalan merasa tidak nyaman. Selain diduga tidak sesuai dengan spesifikasi jalan di Sangihe, cara berkendaranya juga kerap ugal-ugalan,” tegas Saselah.

Baca juga:  Presiden Prabowo Siap Bangun Perbatasan Utara Indonesia di Miangas : Puskesmas Direvitalisasi, Nelayan Dapat Kapal 15 GT dan Internet Starlink

Ia juga menyoroti peran instansi teknis terkait, khususnya Dinas Perhubungan, yang dinilai lalai karena memberikan izin operasional terhadap kendaraan dengan muatan berlebih.

“Sangat disayangkan kendaraan over kapasitas justru diberi izin beroperasi. Padahal kepentingan penggunaan kendaraan ini hanya untuk proyek tertentu demi keuntungan kelompok maupun pribadi, sementara keselamatan dan kenyamanan masyarakat Sangihe sebagai pengguna jalan diabaikan,” pungkasnya.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP