JAKARTA, SASTALPOS.COM – Era baru Tim Nasional Indonesia di bawah komando pelatih asal Inggris, John Herdman, dimulai dengan catatan gemilang. Skuad Garuda sukses menggulung St. Kitts & Nevis dengan skor telak 4-0 dalam laga pembuka FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026) malam.
Kemenangan besar ini tidak hanya membawa Indonesia ke final FIFA Series untuk menantang Bulgaria, tetapi juga memberikan tambahan poin signifikan yang membuat posisi Indonesia melonjak ke peringkat 120 dunia dalam live ranking FIFA.
Tampil dominan sejak sepak mula, Indonesia menunjukkan transisi permainan yang jauh lebih cair. Dua gol di babak pertama diborong oleh Beckham Putra (14′, 25′) yang tampil sangat efektif di lini tengah.
Memasuki babak kedua, dominasi Garuda tak terbendung, di menit ke-53 Penyerang Oxford United, Ole Romeny, memperlebar keunggulan setelah menyambar bola rebound.
Pemain muda Mauro Zijlstra mengunci kemenangan menjadi 4-0 di menit ke-75 setelah lolos dari jebakan offside dan mengecoh kiper lawan.
Berdasarkan laporan Kompas.com, kemenangan ini menambah koleksi poin Indonesia menjadi 1148,70 poin. Hasil ini cukup untuk menggeser Namibia dan mengukuhkan Indonesia sebagai kekuatan ketiga di ASEAN, di bawah Thailand (96) dan Vietnam (103), sementara Malaysia merosot ke posisi 135.
Dikutip dari sesi konferensi pers resmi yang dilansir ANTARA, John Herdman memuji kedisiplinan para pemainnya namun tetap memberikan catatan evaluasi.
”Ini langkah kecil namun penting. Kami menetapkan mentalitas untuk menang 4-0 dengan clean sheet, dan para pemain menyelesaikannya dengan komitmen penuh. Kami ingin menjadi tim putra pertama yang meloloskan negara ini ke panggung dunia,” ujar John Herdman dalam jumpa pers di GBK.
Sementara itu, manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengungkapkan kepada Kompas.tv bahwa pendekatan Herdman telah membawa aura baru di ruang ganti.
”Itu permintaan John (suasana ruang ganti baru). Tujuannya untuk menumbuhkan semangat membara dan rasa bangga menjadi pemain Timnas,” kata Sumardji.*









