SANGIHE.SASTALPOS.COM –Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Salah satu siswa terbaik dari SMA Negeri Marore, Dwi Arifin Van Grootest Tablingon, berhasil lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 dan melaju ke tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, kerja keras, dan tekad generasi muda di wilayah kepulauan tetap mampu bersaing serta menunjukkan kualitas terbaik, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan geografis.
Dwi Arifin, yang dikenal sebagai sosok disiplin dan penuh dedikasi, membagikan pengalamannya selama mengikuti proses seleksi. Ia mengungkapkan bahwa tahapan yang dilalui tidaklah mudah dan membutuhkan persiapan matang, baik secara fisik maupun mental.
“Proses seleksi yang dilalui tidaklah mudah, mulai dari tes fisik, kesehatan, hingga kedisiplinan dan wawasan kebangsaan, semua harus dilalui dengan maksimal oleh para peserta,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Sepanjang tahapan seleksi, siswa SMA Negeri Marore ini menunjukkan konsistensi, ketahanan mental, serta semangat juang yang tinggi. Berkat kerja keras tersebut, ia berhasil meraih peringkat pertama kategori pria dalam seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten Kepulauan Sangihe pada April 2026.
Capaian tersebut mengantarkannya menjadi salah satu dari empat perwakilan kabupaten yang dipercaya untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Pihak sekolah pun turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih. Dukungan penuh dari para guru serta lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan kesiapan Dwi Arifin selama proses seleksi.
Tak hanya menjadi kebanggaan sekolah, keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi pelajar lain di wilayah Marore dan sekitarnya untuk terus berprestasi serta berani bermimpi besar.
Dwi Arifin berharap dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mampu membawa nama baik daerah saat menjalani tahapan berikutnya.
Prestasi ini juga menjadi sorotan tersendiri, mengingat ia berasal dari wilayah kepulauan terluar yang berbatasan langsung dengan Filipina. Keberhasilannya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
Langkah inspiratif ini menjadi bukti bahwa dari daerah kepulauan, lahir generasi muda yang siap berdiri tegap mengibarkan Sang Merah Putih dengan penuh semangat, dedikasi, dan cinta tanah air.








