Cetak Sejarah! Indonesia Sah Jadi Raksasa Ketahanan Energi Terkuat Ke-2 di Dunia

Bisnis, Nasional, Politik179 Dilihat

JAKARTA, SASTALPOS.COM – Indonesia resmi menorehkan tinta emas di panggung internasional. Dalam laporan terbaru mengenai indeks ketahanan energi global tahun 2026, Indonesia berhasil melesat ke posisi dua besar dunia. Pencapaian ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai “raksasa baru” yang memiliki stabilitas dan kemandirian energi paling tangguh di bawah satu negara adidaya.

​Prestasi luar biasa ini didorong oleh keberhasilan pemerintah dalam melakukan diversifikasi energi, penguatan cadangan nasional, serta akselerasi transisi energi hijau yang terintegrasi.

Pengakuan Internasional

​Melansir laporan utama dari Bloomberg Energy Index yang dirilis pekan ini, lompatan peringkat Indonesia terjadi berkat konsistensi dalam mengelola sumber daya domestik dan keberhasilan implementasi kebijakan energi mandiri. Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan di tengah fluktuasi harga komoditas global yang tidak menentu.

Selain data dari Bloomberg, lembaga keuangan raksasa JP Morgan dalam catatan riset terbarunya turut menyoroti performa impresif Indonesia. Analis JP Morgan menyebut bahwa keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua dunia merupakan sinyal positif bagi investor global.

​Dalam laporan tersebut, JP Morgan menekankan bahwa efisiensi pengelolaan cadangan energi domestik telah memposisikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan risiko supply chain terendah di Asia Tenggara.

Baca juga:  Teknik Tempur Terus di Asah, Prajurit Kodim Sangihe Gelar Latihan Menembak

​”Indonesia telah bertransformasi menjadi kekuatan baru yang stabil. Keberhasilan mereka mengintegrasikan kebijakan hilirisasi dengan ketahanan energi nasional adalah model yang mulai dilirik oleh pasar modal internasional,” tulis analis senior JP Morgan dalam laporan Global Energy Outlook 2026.

Dalam laporan bertajuk ‘Pandora’s Bog’, JP Morgan menempatkan Indonesia di posisi kedua dengan skor Insulation Factor mencapai 77%. Angka ini menunjukkan betapa kuatnya perisai ekonomi Indonesia terhadap krisis. RI bahkan berhasil melampaui raksasa ekonomi seperti China (76%) dan Amerika Serikat (70%), dan hanya terpaut tipis dari Afrika Selatan yang berada di posisi puncak dengan 79%.

​JP Morgan juga merinci bahwa ketangguhan Indonesia bukan karena keberuntungan, melainkan karena “bantalan” domestik yang sangat kuat.

  1. ​Produksi Batu Bara Domestik: Menyumbang 48% dari total konsumsi energi nasional, memberikan perlindungan luar biasa saat harga energi dunia melonjak.
  2. ​Produksi Gas Bumi: Memenuhi 22% kebutuhan nasional.
  3. ​Energi Terbarukan (EBT): Sudah mulai berkontribusi sebesar 7%.
  4. ​Paparan Selat Hormuz Rendah: impor minyak/gas RI yang melewati Selat Hormuz (titik panas konflik) hanya 1%. Bandingkan dengan Singapura (26%) atau Korea Selatan (33%).
Baca juga:  Menjelang Natal dan Tahun Baru, BRI Cabang Tahuna Tetap Dukung Program Pemerintah

​Pemerintah: Ini Hasil Kerja Keras Kolektif

​Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam keterangan persnya memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Ia menegaskan bahwa posisi kedua dunia ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kedaulatan energi yang sesungguhnya.

​”Ini adalah sejarah baru bagi bangsa. Menjadi peringkat kedua dunia membuktikan bahwa strategi ketahanan energi kita berada di jalur yang tepat. Kita tidak lagi sekadar penonton, tapi sudah menjadi pemain utama (raksasa) di level global,” ujar Bahlil sebagaimana dikutip dari laporan Antara News, Minggu (3/5/2026).

​Capaian ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor global untuk terus menanamkan modal di sektor infrastruktur energi tanah air, sekaligus memperkuat posisi tawar ekonomi Indonesia di mata dunia.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP