FOXBOROUGH, SASTALPOS.COM — Panggung Piala Dunia akhirnya menyaksikan langsung ketajaman Erling Haaland. Penyerang andalan Manchester City tersebut menandai debut sempurnanya di turnamen sepak bola terakbar jagat raya ini dengan langsung mencetak gol perdana serta sebuah dwigol (brace) krusial, guna membawa Timnas Norwegia menghantam Irak dengan skor telak 4-1 pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Rabu (17/6/2026) pagi WIB.
Keberhasilan Haaland mengonversi penampilan pertamanya menjadi sebuah pesta gol tidak hanya memastikan tiga poin perdana bagi negaranya, melainkan juga menjawab tuntas ekspektasi tinggi publik dunia yang telah lama menanti aksinya di kompetisi ini. Menurut laporan resmi dari FIFA, laga ini sekaligus memutus dahaga 28 tahun absennya Norwegia di putaran final Piala Dunia.
Momen Historis di Menit ke-29
Norwegia langsung mengambil inisiatif serangan sejak sepak mula. Sejarah yang dinanti-nanti itu akhirnya tercipta pada menit ke-29. Melalui skema kerja sama apik di sisi kiri pertahanan lawan, David Møller Wolfe mengirimkan umpan silang mendatar yang terukur ke tiang jauh.
Haaland yang lolos dari kawalan langsung menyambar bola dengan sontekan tajam untuk merobek jala gawang Irak yang dikawal Jalal Hassan. Gol tersebut menjadi gol perdana Haaland sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia, sekaligus mengubah papan skor menjadi 1-0.
Irak sempat mengejutkan lini belakang Norwegia pada menit ke-39. Penyerang veteran mereka, Aymen Hussein, sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan bertenaga setelah memanfaatkan umpan lambung Amir Al-Ammari.
Namun, reputasi Haaland sebagai striker oportunis kembali terbukti di menit ke-43. Memanfaatkan miskomunikasi fatal lini belakang Irak saat mengantisipasi bola back-pass, Haaland sukses memblok halauan kiper Jalal Hassan yang membuat bola berbalik masuk ke dalam gawang. Dwigol debut Haaland membawa Norwegia unggul 2-1 di babak pertama, seperti diulas dalam laporan langsung Sky Sports.
Dominasi Berlanjut di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, anak asuh Stale Solbakken tampil semakin percaya diri. Skema bola mati terbukti menjadi momok menakutkan berikutnya bagi pertahanan Singa Mesopotamia.
Pada menit ke-76, pemain pengganti Leo Østigård memperlebar jarak menjadi 3-1 melalui sundulan kepala terarah memanfaatkan sepak pojok akurat dari sang kapten, Martin Ødegaard.
Penderitaan Irak digenapi pada masa injury time (90+6′). Bermaksud menghalau tekanan bertubi-tubi dari pergerakan Haaland, sundulan Aymen Hussein justru bersarang ke gawangnya sendiri. Skor 4-1 menutup jalannya pertandingan.
Pernyataan resmi pasca laga
Keberhasilan Haaland mengukir debut emas ini menuai pujian tinggi dari sang pelatih, Stale Solbakken, dalam sesi konferensi pers pascapertandingan.
”Menyaksikan Erling (Haaland) mencetak gol perdana dan langsung mengemas dwigol di laga debutnya adalah bukti nyata kapasitasnya. Di turnamen seketat Piala Dunia, memiliki pemain dengan insting pembeda seperti dirinya adalah sebuah kemewahan,” tegas Solbakken dikutip dari skysports*





