Gubernur Yulius Percepat Program Lisdes 2026, Listrik Segera Masuk Desa Terpencil dan Pulau Terluar Sulut

Berita, Manado581 Dilihat

MANADO, SASTALPOS.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, melalui percepatan pelaksanaan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) Tahun 2026.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Gubernur Yulius Selvanus dan jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Suluttenggo, Rabu (3/6/2026), terkait pembangunan dan perluasan jaringan listrik di sejumlah wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses energi.

Program Lisdes merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi dan menghadirkan layanan listrik bagi masyarakat di daerah terpencil, kepulauan, serta wilayah yang belum terjangkau jaringan ketenagalistrikan secara optimal.

Berdasarkan penugasan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PLN akan membangun jaringan distribusi listrik secara bertahap di Sulawesi Utara. Pada tahap pertama, pembangunan akan dilakukan di 82 lokasi, kemudian dilanjutkan pada 14 lokasi lainnya pada tahap kedua.

Gubernur Yulius menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga:  Dishub Sitaro Buka Trayek Bus Bandara, Jadwal Pasti dan Tarif Terjangkau

“Kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi menjadi fondasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong agar seluruh warga Sulawesi Utara, termasuk yang berada di wilayah kepulauan dan desa terpencil, dapat menikmati layanan listrik yang layak,” ujar Yulius.

Selain pembangunan jaringan listrik konvensional, Pemprov Sulut bersama PLN juga menyiapkan solusi energi terbarukan untuk daerah yang sulit dijangkau. Tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) direncanakan dibangun di Desa Beeng Darat, Desa Kahakitang, dan Desa Para.

Pembangunan PLTS tersebut diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat kepulauan yang selama ini menghadapi kendala geografis.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemprov Sulut menyatakan siap memberikan dukungan penuh, mulai dari percepatan perizinan, fasilitasi penyelesaian izin jalur jaringan listrik atau Right of Way (ROW), hingga penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Baca juga:  Disambut Antusias, FAS Tampung Aspirasi Warga Sangihe Lewat Reses

Pemerintah provinsi juga siap membantu aksesibilitas menuju lokasi proyek melalui dukungan pembangunan jalan, jembatan, hingga penggunaan alat berat di wilayah dengan kondisi medan yang sulit.

Menurut Gubernur Yulius, sinergi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi faktor penting dalam mewujudkan target pemerataan elektrifikasi di seluruh wilayah Sulawesi Utara.

“Dengan masuknya listrik ke desa-desa dan pulau-pulau yang selama ini belum terjangkau, maka akan terbuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk meningkatkan pendidikan, mengembangkan usaha, serta memperkuat perekonomian daerah,” katanya.

Program Listrik Perdesaan Tahun 2026 diharapkan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke wilayah paling terpencil di Sulawesi Utara.

Turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, para Asisten Sekda, serta Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara.

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP