Rehabilitasi Pelabuhan Tahuna dan Matutuang Telan Rp150 Miliar, Rampung Akhir 2026

Berita, Nasional, Sangihe384 Dilihat

SANGIHE, SASTALPOS.COM – Pemerintah pusat melalui dukungan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan dana sebesar Rp150 miliar untuk rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Laut Tahuna dan Pelabuhan Matutuang di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Koordinator SMRT  UPP Kelas II Tahuna Meifrid Palenewen menjelaskan, rehabilitasi Pelabuhan Tahuna mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp90 miliar, sementara Pelabuhan Matutuang memperoleh anggaran sebesar Rp60 miliar.

“Kami berharap seluruh pekerjaan dapat selesai pada akhir tahun 2026 sehingga hasil pembangunan ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, rehabilitasi Pelabuhan Tahuna meliputi perbaikan fasilitas laut dan darat, dermaga, trestle, area parkir, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Sementara di Pelabuhan Matutuang, pekerjaan mencakup rehabilitasi dermaga, fasilitas darat, dan sarana pendukung pelabuhan lainnya.

Selain itu, proyek tersebut juga mencakup pembangunan dan peningkatan sistem penerangan pelabuhan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Baca juga:  16 Pasien Demam Berdarah Dengue di Sangihe, Tertinggi di Kecamatan Tahuna Timur

Pada kegiatan pemancangan perdana proyek rehabilitasi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe turut menyatakan dukungan terhadap pengembangan fasilitas pelabuhan.

Pemerintah daerah berencana membangun toilet umum di kawasan pelabuhan menggunakan anggaran daerah. Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga merencanakan penyediaan fasilitas Wi-Fi untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan sektor transportasi laut di daerah tersebut.

Di sisi lain, pihak UPP juga meminta pengertian dan kerja sama masyarakat selama proses rehabilitasi berlangsung. Pasalnya, aktivitas pembangunan akan berdampak pada pengaturan sementara arus penumpang dan kapal di Pelabuhan Tahuna.

Selama proses pekerjaan berlangsung, aktivitas naik turun penumpang untuk beberapa kapal akan dialihkan sementara ke Pelabuhan Petta apabila terdapat kapal kontainer atau kapal barang yang sedang bersandar di Pelabuhan Tahuna.

Baca juga:  Berpeluang Rebut Medali Emas di Partai Final, Ini Nama 11 Atlet Tinju Sangihe

“Kami memohon maaf apabila selama proses pembangunan terdapat sedikit gangguan teknis. Pengalihan aktivitas penumpang dilakukan demi menjaga kelancaran operasional dan keselamatan selama pekerjaan berlangsung,” jelas Palenewen.

Diperkirakan dalam satu bulan terdapat sekitar empat hingga lima hari aktivitas penumpang yang dialihkan ke Pelabuhan Petta saat kapal kontainer melakukan bongkar muat di Pelabuhan Tahuna.

Sementara itu, kapal Tol Laut tetap beroperasi di Pelabuhan Tahuna sesuai jadwal. Untuk hari-hari di luar aktivitas kapal kontainer, pelayanan penumpang tetap berlangsung normal di Pelabuhan Tahuna.

UPP Kelas II Tahuna berharap dukungan masyarakat dapat membantu kelancaran pelaksanaan proyek strategis tersebut hingga selesai pada Desember 2026.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP