SMA Negeri 1 Tahuna Target Penuhi Kuota 216 Siswa Baru, Pendaftaran Masih Dibuka Hingga 24 Juni

Berita, Sangihe145 Dilihat

SANGIHE, SASTALPOS.COM – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tahuna, Martin Luther Janis, memastikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Janis, kuota penerimaan siswa baru yang diberikan pemerintah sebanyak 216 siswa atau setara dengan (rombel) untuk kelas X, sama dengan jumlah kelas XII yang lulus pada tahun ini.

“Kami mematuhi kuota yang telah ditetapkan, yaitu 216 siswa. Artinya enam kelas yang keluar di kelas XII, kami juga menerima enam kelas baru untuk kelas X,” ujar Janis.

Ia menjelaskan, penerimaan siswa baru dilakukan melalui empat jalur, yakni jalur domisili 30 persen atau 65 siswa, jalur prestasi 35 persen atau 75 siswa, jalur afirmasi 30 persen atau 65 siswa, serta jalur perpindahan tugas orang tua sebesar 5 persen atau 10 siswa.

Baca juga:  BREAKING NEWS: Si Jago Merah Mengamuk di Kelurahan Santiago, Satu Unit Mobil Ikut Hangus Terbakar

Hingga saat ini, jumlah pendaftar yang telah masuk tercatat sekitar 60 siswa. Meski demikian, pihak sekolah optimistis kuota yang tersedia akan terpenuhi karena masa pendaftaran masih berlangsung hingga 24 Juni 2026.

“Kami sangat yakin kuota 216 siswa akan terpenuhi karena waktu pendaftaran masih cukup panjang,” katanya.

Dari data sementara, Janis mengungkapkan bahwa siswa dari SMP Negeri 2 Tahuna menjadi pendaftar terbanyak ke SMA Negeri 1 Tahuna. Sementara itu, sejumlah sekolah lain masih melakukan persiapan administrasi yang menjadi syarat pendaftaran.

 

Ia juga berharap pelaksanaan SPMB tahun ini menghasilkan peserta didik yang lebih berkualitas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang dinilai akan berpengaruh adalah penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam jalur prestasi.

Baca juga:  Rinny Tamuntuan Serahkan SK Guru Dan Nakes Serta Sejumlah Penghargaan

“Dengan diperhitungkannya nilai TKA pada jalur prestasi, kami berharap siswa yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan akademik yang baik. Prestasi memang tidak hanya akademik, tetapi juga ada non-akademik dan kepemimpinan,” jelasnya.

Selain itu, seluruh siswa yang diterima nantinya akan mengikuti tes psikologi sebagai bagian dari pemetaan kemampuan dan karakter peserta didik. Hasil tes tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam proses pembinaan dan pembelajaran.

“Tes psikologi setiap tahun kami lakukan untuk melihat gambaran kemampuan siswa. Hasilnya akan menjadi bekal bagi guru-guru dalam memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” tutup Janis.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP