by

BPBD Sangihe Ingkar Janji Soal Pencairan Bantuan Bencana

 

SANGIHE, SASTALPos.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara , Rivo Pudihang dianggap ingkar janji soal penyaluran bantuan bencana banjir bandang di Kecamatan Manganitu dan Kecamatan Tamako yang diberikan oleh Walikota Manado, Vicky Lumentut Rp 100 juta dan Anggota DPR RI Felly Runtuwene Rp 30 juta, bulan Januari lalu.

Anggapan ini mencuat gara-gara janji Pudihang yang hendak menyalurkan total bantuan sebesar Rp 130 juta dalam pada minggu lalu tidak terealisasi.

Karena belum terealisasi, perwakilan korban bencana kampung Belengan, Steva Antarani, Senin (09/03/20) juga mendatangi Wakil Bupati, Helmud Hontong sekaligus berkonsultasi.

“Kami sebetulnya akan melaporkan ke polisi masalah ini, sebab sudah sebulan lebih pasca penyerahan langsung oleh pak Vicky dan ibu Felly, korban bencana belum menerimanya. Kami juga datang bertemu pak Helmud karena pihak pak Rivo pekan lalu sudah janji akan menyalurkan bantuan dalam waktu satu dua hari, tapi sampai saat ini belum terealisasi. Pak Helmud juga meminta kami bersabar termasuk meminta kami mengurungkan melapor polisi, ” kata Steva kepada beberapa wartawan saat berada di ruang kerja Wakil Bupati.

Ketika dimintai keterangannya Wakil Bupati mengaku telah meminta pihak BPBD memberikan penjelasan, hanya saja Kaban BPBD saat ini sedang berada di Jakarta.

“Sebetulnya hari ini saya minta kepala BPBD menjelaskan kepada warga mengapa bantuan belum sampai ke warga, tapi yang bersangkutan berada di Jakarta dan disepakati akan dilakukan pertemuan pada hari Jumat pekan ini,” kata Hontong

Sementara Kaban BPBD Rivo Pudihang mengatakan, ia tetap berupaya secepatnya menyalurkan bantuan dimaksud, tapi ia terkendala mekanisme aturan. Ia bahkan mengakui dana bantuan tersebut sudah disetor BPBD ke kas daerah untuk selanjutnya akan disalurkan ke warga.

“Dana sudah kami setor ke kas daerah, tapi butuh proses untuk menyalurkannya, dan kami tidak mau mengambil resiko secepatnya bertindak lalu melanggar aturan. Yang pasti dana itu ada dan tinggal tunggu waktu pasti akan disalurkan ke warga,” katanya.

Ditemui terpisah, Bupati Jabes Ezar Gaghana, membenarkan dana Rp 130 juta sudah masuk ke kas daerah.

“Iya benar dana itu sudah disetor ke kas daerah. Ini sudah mekanismenya, karena korban bencana penerima bantuan tidak bisa menerima secara tunai, sehingga bantuan akan diberikan non tunai lewat rekening warga,”terang Jabes.

Penulis : Gun

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed