Sebesar 304 Juta ADD Tahap III Tahun 2019 Kampung Upel Tak Kunjung di Realisasikan

SANGIHE, SASTALPos.com – Anggaran Dana Desa Kampung Ulung Peliang (Upel) Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Mendapat sorotan dari sejumlah masyarakat terkait dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD)Tahap III tahun 2019 khususnya program pembangunan fisik yang sampai saat ini tidak terealisasi.

Pantauan wartawan sastalpos.com di Kampung Upel terdapat 3 program pembangunan fisik tahun 2019 yang anggarannya mengunakan Dana Desa Tahap III bidang pembangunan kampung yaitu Jembatan Pondole dengan anggaran sebesar Rp.173.433.000,. Pada bidang Pembinaan Kemasyarakatan sub bidang pemuda dan olahraga yakni pembanguna lapangan Volly dengan anggaran sebesar Rp.80.960.000. Dan pada bidang pemberdayaan masyarakat-penguatan modal bumdes yang mencapai nominal Rp.50.000.0000, dengan total Rp.304.393.000 yang tidak direalisasikan tahun 2019 lalu.

Menurut keterangan salah satu warga Kampung Upel Dalton Balangkaehe bahwa dugaan penyelewengan dana tersebut sudah kami sampaikan juga ke DPRD Kabupaten Sangihe dan pada bulan Juni 2020 yang lalu.

” kami di undang ke DPRD untuk membicarakan masalah ini, setelah kami melakukan pengaduan ke beberapa instansi seperti ke Polres Sangihe maka kapitalaung Upel baru mulai terlihat melakukan kegiatan pembangunan jembatan,” ungkap Balangkaehe.

Baca juga:  Civitas Akademika Polnustar Gelar Natal Bersama

Senada juga disampaikan oleh ketua MTK kampung Upel Deki Lombok saat di jumpai membenarkan bahwa memang ada beberapa program yang belum di laksanakan, tapi untuk jembatan Pondole sudah mulai di kerjakan,

” Kalau pembangunan jembantan Pondole baru mulai dikerjakan,” kata Lombok

Ketika ditemui wartawan salah satu pekerja pembangunan jembatan Pondole yang waktu itu baru selesai istrahat makan menerangkan memang benar adanya, kami sudah mulai melakukan pekerjaan pembangunan jembatan ini,

” tapi anggaranya belum jelas karna tidak tersediannya papan anggaran kegiatan tersebut, ” paparnya.

Kapitalaung kampung Upel Timotius Tatontos ketika diwawancarai tak menapik adanya keterlambatan realisasi ADD tahap III tahun 2019, namun dirinya menyampaikan sejumlah alasan terkait hal tersebut dimana pencairan tahap III pada pertengahan bulan Desember 2019, sementara masyarakat kampung Upel adalah mayoritas beragama Kristen sibuk mengadapi hari raya keagamaan Natal dan Tahun Baru.

” maka kami merencanakan akan mulai pekerjaan pada Januari 2020, namun saat bulan Januari terjadi bencana alam (banjir bandang) di kampung Upel, sehingga pekerjaan pun tertunda lagi, karna akses jalan menuju lokasi pembangunan jembatan Pondole terputus oleh banjir saat itu,” Jelas Tatontos.

Baca juga:  Pentingnya Vaksinasi Covid -19 Bagi Anak, Ini yang Dilakukan Tim Pengabdian POLNUSTAR

Lanjut dikatakannya, pasca bencana alam sudah disibukan dengan mengurus masyarakat yang terdanpak bencana, belum juga ketika memulai pekerjaan terkendalan dengan terfokus pada penangganan Covid -19, dan masyarakat tidak bisa beraktifitas.

” tetapi saat ini kami sudah mulai melaksanakan pembangunan, yakni pembagunan jembatan Pondole,” paparnya.

Disinggung soal papan informasi pekerjaan yang tidak ada di lokasi pekerjaan pembangunan jembatan Tatontos mengaku bahwa itu kelalaiannya akibat terlalu sibuk,

” itu kelalaian saya karena terlalu sibuk tapi dalam waktu dekat ini akan kami pasang,” tandasnya seraya menyatakan untuk dana pembangunan lapangan Volly dan Bumdes semua masih ada.

” kalau soal pembangunan lapangan Volly terkendala pada lahan, memang yang lalu sudah ada, namun ada sedikit permasalah kepemilikan tanah tersebut. Tapi dalam waktu dekat ini kami akan selesaikan permasalahan tersebut,” Tutup Kapitalaung ini.

Penulis : Vik/Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *