by

Diversifikasi Produk Selai dengan Bahan Dasar Anggur Laut/Lahe Bagi Ibu-Ibu PKK Kampung Mahumu II oleh Dosen TPHL POLNUSTAR

SANGIHE, SASTALPos.com – Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan yang berpotensi sebagai makanan fungsional. Rumput laut kaya akan serat, vitamin dan mineral serta merupakan sumber antioksidan alami yang mudah didapat dan tersedia dalam jumlah cukup melimpah.

Salah satu jenis rumput laut yang potensial adalah Anggur laut/Lahe. Pemanfaatan anggur laut/Lahe yang masih terbatas dalam bentuk segar atau mentah perlu dikembangkan lebih lanjut supaya dapat memberikan manfaat yang optimal.
Kurangnya pengetahuan untuk memanfaatkan anggur laut/Lahe secara optimal mendorong tim Pengabdian. Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Laut (TPHL) POLNUSTAR yang diketuai Ely John Karimela, S.Pi.,M.Si beranggortakan Obyn Imhart Pumpente, S.Pi.,M.Si serta melibatkan beberapa mahsiswa TPHL, turun langsung ke lapangan untuk melatih masyarakat yang ada di Kampung Mahumu II, Kecamatan Tamako, Kabupaten Sangihe pada Senin, 06 September 2021.

Tim PKMS mengajarkan pengolahan anggur laut/Lahe menjadi selai sehingga bisa menjadi salah satu usaha diversifikasi produk yang tepat. Selain itu, pembuatan selai anggur laut ini dapat dijadikan usaha industri rumah tangga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Rumput laut bukan hanya lezat untuk dikonsumsi, ternyata rumput laut memberikan banyak manfaat kesehatan salah satunya adalah memperlambat pertumbuhan sel kanker makin sering makan rumput laut dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker selain itu rumput laut/Lahe merupakan sumber serat larut air yang juga mengandung asam lemak, omega 3 serta antioksidan yang ketiganya sudah dikenal dengan kemampuanya memelihara fungsi dan kesehatan jantung ” ungkap ketua tim PKMS Ely John Karimela.

Tim PKMS Kekita memberikan materi

Menurutnya, Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu memberikan pelatihan teknik pembuatan Selai Anggur Laut/Lahe untuk meningkatkan kuantitas produksi, sehingga anggur laut tidak hanya dikonsumsi dalam keadaan segar, memberikan pelatihan kewirausahaan agar lebih mandiri dalam mengelola usaha pengolahan serta dapat memiliki motivasi berwirausaha tinggi sebagai bekal usaha mandiri.

” memberikan pelatihan tentang penerapan desain kemasan dan pelabelan untuk produk yang dihasilkan, serta mendemosntrasikan pembuatan selai Anggur Laut/Lahe sebagai wujud dari teknologi dan inovasi produk berbasis rumput laut, ” paparnya.

Diketahui, Manfaat dari kegiatan PKMS agar ibu-ibu PKK mampu memahami teknik pembuatan selai anggur laut/lahe, termotivasi dalam mengembangkan dan mengelola usaha pengolahan rumput laut, mampu menerapkan desain kemasan dan pelabelan produk yang dihasilkan.

Kehadiran tim PKMS POLNUSTAR mendapat sambutan yang hangat oleh Kapitalaung Kampung Mahumu II Weliam Hormati. Dalam sambutanya Kapitalaung mengapresiasikan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Kampung Mahumu II.

“ Saya sebagai Kapitalaung sangat mendukung program ini, kalau boleh jangan sampai disini ini pelatihan seperti perlu ada tindak lanjut, kalau perlu ada kerja sama antara Kampung Mahumu II dengan Politeknik Negeri Nusa Utara (POLNUSTAR) dalam pengembangan dan pemanfaatan lahe sebagai produk olahan khas Mahumu II yang bernilai ekonomis, sehingga dapat menaikan taraf hidup perekonomian masyarakat Kampung Mahumu II di massa pandemi Covid-19 saat ini”. Ungkap Hormati.

Lanjutnya “ Dalam Pelatihan ini terlihat jelas antusias dari Ibu-Ibu PKK untuk belajar membuat selai karena sangat praktis dan mudah pengolahannya, sampai mereka mengatakan “ternyata lahe bole bekeng selai so nyanda mo beli selai torang kalau for mo bekeng kukis mentega (Natal) somo bekeng sandiri jo. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa masyarakat merasakan manfaat selai tersebut ”. (adv*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed