Tim Pengabdian Polnustar, Berikan Edukasi Terapi Non Farmakologis dengan Mentimun dan Jahe dalam Penanggulangan Hipertensi di Pulau Marore

SANGIHE,SASTALPOS.COM – Tim Pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Nusa Utara (POLNUSTAR) melalui Program Studi Keperawatan berikan edukasi terapi non farmakologis dengan pemanfaatan mentimun dan jahe dalam penanggulangan hipertensi di pulau Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin, (17/7/2023).

 

Tim pengabdian yang diketuai oleh Maryati Agustina Tatangindatu, beranggotakan Gratia Christy Tooy, Jelita Siska Herlina Hinonaung , Mareike Doherty Patras, dibantu juga dua Mahasiswa Program Studi Keperawatan Felane E Pusungulaa, Indra Berliant Wuwung. Hadir di wilayah Pulau terluar ini guna memberikan edukasi serta mendemonstrasikan cara pemanfaatan Mentimun dan jahe dalam mengatasi hipertensi.

Laporan Ketua Tim Pengabdian Maryati Agustina Tatangindatu

Kegiatan pengabdian tersebut diawali dengan pembukaan yang dihadiri Kepala Puskesmas Marore, Pemerintah Kecamatan Marore dan Forkopemda setempat serta partisipan. Ketua Tim Pengabdian memberikan laporan tentang maksud dan tujuan kedatangan tim pengabdian Polnustar kepada para undangan untuk memberikan edukasi tentang terapi non farmakologis pemanfaatan mentimun dan jahe dalam penanggulangan hipertensi. Serta meminta partisipan yang hadir untuk mengisi kuesioner tentang hipertensi. Hasilnya menunjukan bahwa pengetahuan partisipan rata-rata sebanyak 67,9.

 

Kemudian, Ketua tim pengabdian ini langsung memberikan materi edukasi kesehatan tentang penyakit hipertensi selama kurang lebih 45 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab selama 30 menit. Dalam pemaparannya menjelaskan  Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian. Hipertensi dipengaruhi oleh faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, keturunan/genetik, obesitas, konsumsi garam, rokok dan kopi.  Penyakit ini tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol.

Pemberian edukasi tentang hipertensi

“  Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan cara terapi farmakologi. Terapi farmakologi dilakukan dengan mengonsumsi obat hipertensi yang diminum setiap hari sesuai dosis yang diberikan. Menurut penelitian sebelumnya bahwa penderita hipertensi sering mengalami komplikasi akibat kurang mematuhi terapi hipertensi yang dianjurkan,” Kata Maryati Agustina Tatangindatu.

 

Menurutnya, sesuai data, penderita penyakit hipertensi di Kacamatan Marore pada tahun 2022 sebanyak 35 orang. Hal ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021 sebanyak 55 orang.  Dan sesuai keterangan dari kepala Puskesmas Marore, terkadang penderita hipertensi jenuh untuk mengonsumsi obat hipertensi setiap hari. Kebanyakan penderita nanti memeriksakan diri ke Puskesmas ketika sudah sakit.

 

“ Maka pada kesempatan ini, kami tim pengabdian memberikan edukasi penagganan  hipertensi yang dapat dilakukan selain dengan terapi farmakologi, yaitu dengan cara terapi non farmakologi menggunakan jus mentimum dan merendam kaki dengan air jahe hangat akan menurunkan tekanan darah. Terapi ini mudah dilakukan karena mentimun dan jahe mudah didapatkan dan harganya terjangkau,” Paparnya.

Demonstrasi pemanfaatan mentimun dan jahe

Selain itu, Tim Pengabdian juga mendemostrasikan cara pemanfaatan mentimun dan jahe. Mentimun disajikan dengan cara yaitu memakan buah segar setiap hari kurang lebih 400gram sehari sebanyak dua kali. Juga, mentimun dapat disajikan menjadi jus ataupun diparut. Cara membuat yaitu terlebih dahulu mentimun dicuci, kemudian mentimun blender hingga halus, lalu tuang ke dalam gelas belimbing (200 cc), setelah itu minum hingga habis. Minum dua kali sehari maksimal 1 minggu. Untuk pemanfaatan jahe dapat dilakukan dengan merebus jahe hingga mendidih lalu tunggu hingga air rebusan menjadi hangat (±39°C) atau suam-suam kuku. Setelah itu rendam kaki ke dalam rebusan jahe sekitar 20 menit.

 

“ Studi memunjukkan bahwa mengkonsumsi jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah (Saiful Nurhidayat, 2020). Jus mentimun mengandung Vitamin K, C, fosfor, riboflavin, B-6, folat, asam pantotenat, besi, silika, kalsium dan seng. Jus mentimun apabila dikonsumsi secara rutin dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan (Situmorang & Zulveritha, 2023). Selain itu, melakukan rendaman kaki dengan air jahe hangat sangat bermanfaat dan efektif sebagai terapi non farmakologis sehingga dapat menurunkan penyakit hipertensi (Sani & Fitriyani, 2021),” Ungkap Tim

 

Sementara itu, pihak pemerintah Kecamatan Marore mengapresiasi kegiatan ini, karena sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan mentimun dan jahe dalam penanggulangan hipertensi di Pulau Marore.

Foto bersama : Tim Pengabdian dengan Pihak Pemerintah Kecamatan Marore dan Peserta.

“ Pihak pemerintah dan masyarakat Marore akan terus mendukung kegiatan ini dan berharap akan dilaksanakan di tempat yang sama dengan konsep yang berbeda pada kesempatan lainnya,” Tutur Camat.

 

Kegiatan Edukasi ini, diakhiri dengan foto bersama tim pengabdian dengan pihak pemrintah dan peserta sekaligus pengisian kuesioner sesudah penyuluhan. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan dibandingkan sebelum diberikan edukasi dengan nilai selisih 20,3. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi berpengaruh cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan partisipan pengabdian masyarakat.(*).