Ronny Sompie Ajak Para Anak Muda Menjadi Major 9, Hingga Ke Perguruan Tinggi

Manado, SASTALPOS.COM — Dalam Quarter Final Indonesia’s Got Talent 2023, penampilan epik ‘Major 9’, sekelompok kontestan asal Manado, telah mencuri perhatian. Mereka berhasil mengubah alat musik tradisional kolintang menjadi mahakarya musik internasional yang begitu epik dan elegan.

Keberhasilan ini tak hanya merupakan pencapaian kompetisi, tetapi juga sebuah simbol pentingnya pelestarian nilai budaya Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara di mata dunia, terutama melalui platform Indonesia’s Got Talent 2023.

‘Major 9’ mampu membawa lagu “Faded” dalam versi tradisional kolintang, dan pencapaian mereka di babak Quarter Final terbukti luar biasa. Mereka meraih 4 Standing Ovations dan mendapatkan perhatian dari Alan Walker sendiri.

Baca juga:  Pentingnya Vaksinasi Covid -19 Bagi Anak, Ini yang Dilakukan Tim Pengabdian POLNUSTAR

Pertunjukan mereka menggabungkan kemampuan memainkan alat musik tradisional kolintang dengan konsep orkestra dan sentuhan musik modern, menghasilkan harmoni yang tak terduga namun memukau.

Apresiasi juga datang dari Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie, seorang Pemerhati Pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam wawancara, ia menggarisbawahi bahwa pencapaian ‘Major 9’ memberikan kontribusi besar bagi usaha Pemerintah Indonesia dalam menjadikan musik kolintang sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang diakui UNESCO, khususnya sebagai bagian dari Sulawesi Utara.

“Penggunaan musik kolintang bukan hanya terbatas pada lagu-lagu daerah, tetapi juga cocok untuk berbagai jenis acara seperti perayaan budaya, keagamaan, serta peristiwa penting seperti pernikahan dan ulang tahun,” ungkapnya.

Baca juga:  Ronny Sompie Ajak Generasi Muda Tampungan Lawo Lestarikan Kearifan Lokal

Sementara itu, saran dari eks Kadivhumas Polri, Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie, mengajak warga Sulawesi Utara untuk memanfaatkan musik kolintang dalam berbagai kegiatan.

“Diusulkan agar penggunaan musik ini didukung dengan sarana dan pelatihan yang memadai di lingkungan pendidikan, dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Rencana ini bahkan disarankan untuk dimasukkan dalam program dan anggaran pemerintah setempat guna menguatkan penggunaan musik kolintang sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Sulawesi Utara,” kunci Caleg DPR RI Dapil Sulut. (***/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *