Sangihe, SASTALPOS.COM– Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan Program Studi (PMUP) POLNUSTAR memberikan pelatihan tentang penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Biosecurity Dalam Budidaya Ikan Air Tawar Di Kampung Bungalawang Kecataman Tabukan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu, 04 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut dilakukan karena melihat potensi pengembangan usaha budidaya ikan air tawar di Kampung Bungalawang sangat menjanjikan dalam meningkatkan penghasilan masyarakat, sehingga perlu diberikan pelatihan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Biosecurity Dalam Budidaya Ikan Air Tawar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor Kepala Desa Kampung Bungalawang, Pukul 10:00 WITA s/d selesai, peserta pelatihan sejumlah 15 orang warga yang memiliki kolam budi daya ikan air tawar.
Pelatihan ini merupakan salah satu luaran dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat Unggulan Program Studi (PMUP) Politeknik Negeri Nusa Utara yang diketuai oleh Darna Susantie, S.Pi., M.Si, dengan anggota Ir. Ely John Karimela, S.Pi.,M.Si., IPM, Aprelia M. Tomasoa, S.Pi., M.Si, alumni, dan mahasiswa Program Studi Teknologi Budidaya Ikan.
K3 dalam budidaya ikan air tawar meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko melalui APD dan prosedur keselamatan, serta pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Peraturan pelaksananya seperti PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan PP No. 88 Tahun 2019 tentang Kesehatan Kerja.
Hal ini bertujuan untuk melindungi pekerja dari bahaya seperti luka, paparan bahan kimia, kelembaban, dan bahaya listrik. K3 merupakan salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari pencemaran lingkungan sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Sedangkan pelatihan tentang Biosecurity adalah segala tindakan atau upaya pengamanan, prosedur dan kebijakan yang digunakan untuk mencegah masuk dan menyebarnya pathogen seperti bakteri, virus, jamur maupun parasit pada fasilitas produksi pembenihan, pembesaran, dan pemeliharaan ikan.
“Penerapan biosecurity merupakan suatu tindakan atau langkah yang sangat tepat untuk menjaga kesehatan ikan, dimana dapat mengurangi resiko masuknya pathogen dan mencegah penyebaran penyakit dari suatu tempat ke dalam kolam budidaya ikan”, ujar Darna.

Hasil kegiatan pelatihan penerapan K3 & Biosecurity di kolam budidaya ikan kampung Bungalawang, dimana dilakukan pemasangan jaring/waring pada pintu air masuk, dan pintu air yang terhubung dengan kolam yang lain serta pemasangan waring diatas kolam budidaya ikan.
Pelatihan ini memberikan manfaat yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup ikan, berkurangnya hama yang masuk ke area kolam budidaya, berkurangnya potensi penyebaran penyakit dari satu kolam ke kolam lain.
Kapitalaung Kampung Bungalawang Bapak Octavianus Kundiman serta masyarakat pemilik kolam kampung Bungalawang berharap kiranya untuk tahun-tahun ke depan dapat kembali melakukan kegiatan tersebut di kampung mereka dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru dalam budidaya ikan.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Unggulan Program Studi Internal menggunakan Dana PNBP Polnustar 2025.








