Pemda Sangihe dan UP3 Tahuna Dinilai Belum Maksimal Atasi Krisis Listrik, Warga Desak Langkah Konkret

Berita, Sangihe596 Dilihat

SANGIHE, SASTALPOS.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe mendapat sorotan tajam dari masyarakat terkait penanganan krisis listrik yang dinilai belum menunjukkan solusi konkret dan terukur.

Sejak awal tahun 2026, warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi baik secara terjadwal maupun tanpa pemberitahuan. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga sektor usaha kecil dan menengah.

Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami kerugian akibat terganggunya operasional. Aktivitas jual beli di pasar tradisional, pelayanan perbankan, hingga kegiatan belajar mengajar ikut terdampak akibat ketidakstabilan pasokan listrik.

Pantauan media ini, persoalan krisis listrik menjadi perbincangan luas di berbagai kalangan. Mulai dari pasar, tempat ibadah, hingga media sosial, keluhan masyarakat terus bermunculan hampir setiap hari. Warganet mempertanyakan keseriusan dan langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons persoalan yang berulang ini.

Tak sedikit pula yang mempertanyakan peran PLN sebagai penyedia layanan listrik, serta fungsi pengawasan dari DPRD setempat dalam mendorong percepatan solusi.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari menjelaskan, permasalahan krisis listrik di Sangihe sudah disampaikan langsung di PLN pusat dan sudah melakukan rapat koordinasi. Sesuai informasi terakhir permasalahan listrik akan stabil bulan maret karna posisi saat ini sementara mobile mesin baru sementara untuk mesin- mesin di unit akan masuk dalam perbaikan,

Baca juga:  Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe Hadiri Pesta Adat Tulude di Kampung Tariang Lama

” Jadi bulan maret pasokan listrik sudah stabil karena minggu ke – 3 bukan ini ada tambahan mesin baru 500kw di unit Petta dan minggu ke – 4 ada 500kw di unit Lesabe, sambil 2 mesin baru di tamako akan dikejar terus untuk segera masuk sistem, ” Balas Bupati.

Bupati juga menambhkan untuk jangka panjang PLTMG akan diusahakan akhir 2027 sudah mulai beroprasi tinggal menunggu kepastian dana dari pusat.

Sementara itu, pihak PLN UP3 Tahuna yang juga dihubungi untuk dimintai klarifikasi, Edmud Sahadagi menjelaskan kondisi kelistrikan di beberapa hari terakhir ini,sering terjadinya penghentian aliran listrik di sebagian besar pulau Sangihe khususnya daratan Sangihe Wilayah Pelayanan ULP Petta dan ULP Tamako UP3 Tahuna dimana pada saat ini terjadi gangguan di beberapa Unit PLTD yakni PLTD Tahuna,Tamako,Lesabe dan Petta maka berdampak terhadap Pasokan Listrik pada beban puncak (Jam 17.00 Wita s/d 22.00 Wita) yang semestinya sebesar 9.2 MW dan saat ini hanya bisa di suplay/dilayani ke Pelanggan sebesar 8.4 MW.

Baca juga:  Kritikan dan Surat Terbuka Soal Krisis Listrik Menguat, Ini Respons Bupati Michael Thungari

” Dengan keterbatasan daya Pasok listrik sekitar – 0.8 MW maka terjadilah Penghentian Aliran Listrik secara bergilir, kami juga himbauan kepada seluruh pelanggan PLN dalam menyikapi kondisi kelistrikan saat ini untuk sementara waktu, dimohon dapat membantu agar menggunakan listrik secukupnya terutama pada waktu Beban Puncak (Jam 17.00 sd. 22.00 Wita ), serta kami mohon doa dan dukungan agar dalam prosesnya diberikan kelancaran,” Kata Sahadagi.

Krisis listrik yang berlarut-larut tanpa penjelasan terbuka dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dan instansi terkait. Masyarakat berharap adanya transparansi informasi, kejelasan jadwal pemadaman, serta langkah teknis yang terukur untuk memastikan stabilitas pasokan listrik ke depan.

Publik kini menunggu sikap tegas dan solusi nyata, bukan sekadar wacana, agar persoalan krisis listrik di Sangihe tidak terus menjadi keluhan yang berulang tanpa ujung.

 

Penulis/ Editor : Gunfanus Takalawangeng.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP