“Mari kita cerdas dalam berpikir dan menganalisis setiap persoalan. Kita pelihara suasana damai, saling menghormati dan saling menguatkan sebagai satu keluarga besar Anau Wanua,” Chyntia Kalangit Bupati Kepulauan Sitaro.
SITARO, Sastalpos.com — Usai memenuhi panggilan sebagai saksi di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut), Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Kalangit, menyampaikan pernyataan terbuka kepada masyarakat yang ia sebut sebagai keluarga besar “Anau Wanua”.
Dalam keterangannya, Chyntia menegaskan bahwa kehadirannya di Kejati Sulut adalah sebagai saksi terkait persoalan bantuan pasca erupsi Gunung Ruang. Ia menyatakan komitmennya untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Saya hadir sebagai saksi dan sebagai warga negara yang taat hukum. Saya menghormati sepenuhnya proses yang sedang berjalan,” Kata Chyntia Kalangit
Lebih lanjut, ia berharap agar proses hukum tersebut dapat segera memperoleh kepastian. Hal itu, menurutnya, penting agar hak-hak masyarakat terdampak erupsi dapat segera dituntaskan.
Chyntia mengungkapkan, masih terdapat sekitar 10 persen bantuan erupsi yang belum tersalurkan kepada masyarakat. Selain itu, sekitar 200 kepala keluarga disebut belum masuk dalam data awal korban erupsi dan masih membutuhkan perhatian serta dukungan pemerintah.
“Saya berharap semua ini dapat segera selesai, karena yang paling utama adalah kepentingan dan hak masyarakat,” ungkap Bupati Sitaro
Dalam suasana yang ia gambarkan penuh dinamika, Chyntia juga mengajak masyarakat Sitaro untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian.
“Mari kita cerdas dalam berpikir dan menganalisis setiap persoalan. Kita pelihara suasana damai, saling menghormati dan saling menguatkan sebagai satu keluarga besar Anau Wanua,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan keyakinannya bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.
“Kebenaran tidak perlu dibela dengan amarah. Ia akan bersinar dengan sendirinya bagi mereka yang berhati jernih,” tuturnya.
Pernyataan tersebut mendapat respons dukungan dari sejumlah warga. Mereka menilai Chyntia sebagai sosok perempuan yang tetap tegar menghadapi berbagai tantangan. Dukungan moral terus mengalir, dengan harapan agar proses hukum berjalan transparan dan masyarakat terdampak erupsi memperoleh haknya secara adil.
Tuhan sngt tau lelahmu bahkan jeritanmu dlm bertahan menanti keadilan
” Perjuanganmu untuk daerah ini agar menjadi lebih baik begitu tulus dan untuk setiap hal yang sedang kau hadapi hari-hari ini. Percayalah Sitaro tetap rumahmu,masyarakat Sitaro selalu bersamamu, ” Tulis salah satu warganet.
Di tengah situasi yang berkembang, pesan yang mengemuka adalah harapan akan keadilan, persatuan, dan komitmen bersama membangun Sitaro yang lebih baik.
Penulis/Editor : Gunfanus Takalawangeng






