Ekspor Sulawesi Utara Triwulan I 2026 Tembus US$302,88 Juta, Belanda Jadi Tujuan Utama

MANADO, Sastalpos.com – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Utara pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat nilai ekspor daerah mencapai US$302,88 juta sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Angka tersebut meningkat 7,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan aktivitas ekspor Sulut terus bertumbuh di tengah dinamika perdagangan global.

BPS Sulawesi Utara mengungkapkan bahwa komoditas ekspor terbesar masih didominasi kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15). Nilai ekspor komoditas ini mencapai US$222,29 juta atau mengalami kenaikan sebesar 10,03 persen.

Baca juga:  RKPD 2027 Sulut Dibeberkan! Gubernur Yulius Selvanus Target Ekonomi Tembus 7,7 Persen, 17 Program Unggulan Jadi Kunci

“Komoditas ekspor terbesar masih didominasi lemak dan minyak hewani/nabati,” ungkap BPS dalam laporan resminya.

Sementara itu, dari sisi impor, Sulawesi Utara mencatat nilai impor sebesar US$35,31 juta atau naik 6,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Komoditas impor terbesar berasal dari kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$21,66 juta. Meski demikian, komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar 12,11 persen.

Untuk negara tujuan ekspor, Belanda menjadi pasar utama produk asal Sulawesi Utara dengan nilai transaksi mencapai US$58,95 juta. Sedangkan Malaysia tercatat sebagai negara asal impor terbesar ke Sulut selama periode tersebut.

Baca juga:  Polres Sangihe Bekuk Pengedar 10.360 Butir Obat Keras jenis Hexymer dan Komix

Pertumbuhan ekspor dan impor ini dinilai menjadi sinyal positif terhadap penguatan ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan dan industri berbasis komoditas unggulan Sulawesi Utara.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP