Tidak Sekadar Bincang, Polnustar Ajak Ibu-ibu Manente Ubah Pangan Lokal Jadi Produk Bisnis

Berita, Sangihe218 Dilihat

SANGIHE, SASTALPOS.COM – Bukan sekadar diskusi biasa. Tim pengabdian dari Politeknik Nusa Utara (Polnustar) resmi memulai program pemberdayaan perempuan perbatasan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) melalui Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kelurahan Manente dan Kelompok Sengkanaung TP-PKK, Senin (18/5).

Kegiatan ini merupakan langkah awal dari program bertajuk “Pemberdayaan Perempuan Perbatasan 3T dalam Pencegahan Stunting: Pendampingan Kewirausahaan Ibu PKK Manente untuk Ketahanan Gizi dan Ekonomi di Kepulauan Sangihe” yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah naungan Ditjen Risbang, Kemendiktisaintek.

Ketua tim pengabdi, Frets J. Rieuwpasa, menjelaskan bahwa Kelompok Sengkanaung tidak hanya akan menerima penyuluhan, tetapi juga dibentuk menjadi kelompok usaha mandiri yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Baca juga:  Tak Hadir Selama Pertandingan, Ketua Pertina Sangihe Disorot

“Ini adalah cara Polnustar menciptakan lapangan kerja baru dengan memberdayakan ibu-ibu TP-PKK non-produktif,” ujarnya.

Dalam program tersebut, Kelompok Sengkanaung akan mendapatkan pelatihan pembuatan produk olahan berbasis sumber daya lokal Sangihe, pembelajaran mengenai cara pengolahan pangan yang baik, serta edukasi tentang keamanan pangan.

Antusiasme peserta terlihat dari Ketua TP-PKK Kelurahan Manente, Naima Adolong, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada masyarakat setempat.

“Terima kasih Polnustar sudah memilih Kelurahan Manente, khususnya ibu-ibu TP-PKK, untuk menjadi bagian dalam kegiatan pengabdian ini,” katanya.

Baca juga:  Wujud Kepedulian Kejati Sulut, Kelurahan Tidore Sangihe Dicanangkan Jadi Kampung Nelayan Binaan Kejaksaan

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Lurah Manente, Heskia A. Tulas. Ia berharap Kelompok Sengkanaung dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Terima kasih kepada Polnustar dan Kemendiktisaintek karena sudah memilih Manente sebagai tempat berbagi ilmu,” ujarnya.

Melalui pendampingan kewirausahaan ini, Polnustar tidak hanya berfokus pada upaya pencegahan stunting, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi bagi perempuan di wilayah perbatasan utara Indonesia melalui pemanfaatan pangan lokal yang bernilai tambah.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP