Tragis! Petani Cengkih di Sangihe Meninggal Setelah Terjatuh dari Pohon Saat Memetik Hasil Panen

Berita, Sangihe131 Dilihat

SANGIHE, SASTALPOS.COM – Musibah tragis menimpa seorang petani cengkih di Kampung Batunderang, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Rabu (10/6/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Tahulending Malintoi (47), yang meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon cengkih setinggi sekitar 13 meter saat memetik hasil panen di kebunnya.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Sebelumnya, korban diketahui berangkat seorang diri menuju kebun sekitar pukul 06.30 WITA untuk melakukan aktivitas panen cengkih seperti biasa.

Salah satu saksi, Selbum Hamaaling, mengaku sempat melihat korban berada di atas pohon cengkih sebelum kejadian terjadi.

“Sekitar pukul 07.30 WITA saya melihat korban sedang memetik cengkih. Tidak lama kemudian terdengar suara benturan keras dari arah kebun,” ungkap Selbum.

Menurutnya, suara tersebut berasal dari atap bangunan tempat pembuatan perahu miliknya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Baca juga:  Pemkab Kabupaten Kepulauan Talaud Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Beo Timur

Saat keluar rumah untuk memeriksa sumber suara, ia mendapati korban sudah tergeletak dalam posisi tengkurap di bawah pohon cengkih.

“Saya bersama keluarga langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan sambil memanggil warga sekitar,” katanya.

Saksi lainnya, Poster Lohonsili, menyampaikan keterangan serupa. Ia mengatakan pohon cengkih yang dipanjat korban memiliki tinggi sekitar 12 hingga 13 meter.

“Saya mendengar suara keras seperti benda jatuh. Saat keluar rumah, korban sudah berada di bawah pohon. Saya kemudian memanggil keluarga dan warga untuk membantu,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, ditemukan salah satu dahan pohon cengkih dalam kondisi patah. Dahan tersebut diduga menjadi pijakan korban sebelum akhirnya terjatuh ke tanah.

Kapolsek Manganitu Selatan, Ipda Harmen Kontu, mengatakan pihak kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Baca juga:  Permudah Akses Pangan, Pemkab Sitaro dan Bulog Resmi Launching Distribusi ‘Minyak Kita’ di Siau

“Dari hasil pemeriksaan sementara, peristiwa ini merupakan kecelakaan kerja. Korban jatuh dari pohon cengkih saat melakukan aktivitas memetik hasil panen,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga telah menawarkan proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Namun, keluarga korban menolak sehingga dibuatkan berita acara penolakan autopsi sesuai prosedur yang berlaku.

“Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah dibuatkan berita acara penolakan,” tambah Kapolsek.

Menyikapi kejadian tersebut, Ipda Harmen Kontu mengimbau masyarakat, khususnya para petani, agar lebih berhati-hati saat bekerja di kebun, terutama ketika memanjat pohon dengan ketinggian yang berisiko.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja dan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada pekerjaan yang memiliki risiko tinggi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP