Bawaslu Sangihe, Terpanggil Bantu Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor

SANGIHE, SASTALPos.com – Terjadinya bencana di suatu daerah tentu menjadikan semua elemen masyarakat maupun pemerintah, swata ikut merasahkan duka musibah tersebut.

Begitu halnya dengan Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor yang terjadi diawal tahun ini di Kampung Lebo, Sesiwung dan Ulung Peliang (Upel) Tamako mengundang kepedulian semua pihak. Kali ini keterpangilan tersebut datang dari Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (7/1/2020) siang tadi menyalurkan bantuan kepada korban Bencana di Kampung Upel Tamako.

” Bawaslu Sangihe berkomitmen untuk senantiasa peduli dan ikut serta merasakan duka musibah banjir dan tanah longsor terhadap saudara- saudara kita di kecamatan Tamako dan Lebo, ” kata Junaidi Bawenti Ketua Bawaslu Sangihe.

Baca juga:  Kasus Korupsi Internet Desa Masuk Tahap 1, Satreskrim Polres Sangihe : Kami Sudah Limpahkan Ke Kejaksaan Negeri Tahuna

Menurutnya, melalui jajaran Bawaslu Sangihe serta panwascam se sangihe mengumpulkan bantuan bencana berupa : keperluan Bayi seperti susu, pempers, makanan bayi, Pakaian bayi, minyak telon, minyak kayu Putih, serta sabun mandi. Serta pakaian atau perlengkapan perempuan, seperti pakaian dalam, softex dan baju luar perempuan juga pakaian pria anak2 serta dewasa, Air mineral dan bahan pokok makanan siap saji.

” kami berharap dengan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara – saudara kita yang ditimpa bencana tersebut, ” ungkapnya.

Dirinya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut serta dengan kami seperti panitia yang memfasilitasi bantuan kami, tak lupa juga jajaran kami panwascam se sangihe walaupun baru dilantik tapi sudah menunjukan komitmen bersama bahwa Bawaslu dan jajarannya selalu bersama rakyat dalam suka maupun duka,

Baca juga:  470 TPS Siap Diamankan Polres Sangihe, Tamuntuan; Saya Mengapresiasi

” kami menyadarai bantuan kami belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan saudara saudara kami. Tapikami yakin Tuhan yang maha kuasa menguji kita dengan bencana untuk kita mengerti bahwa kita adalah saudara ditanah Sangihe tercinta, ” tutupnya.

Penulis : Gun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *