by

Meledaknya MCB dan Nyaris ‘Bakar’ Rumah Warga, Oknum Teknisi Vendor PLN Tantang Aparat Hukum.

-Berita, Sangihe-17 views

SANGIHE, SASTALPos. Com – Sikap arogan ditunjukan oknum Teknisi PT Valvron berinisial LWL alias Lawitan yang merupakan vendor PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait insiden meledaknya MCB dan bola lampu puluhan rumah warga Kampung Pisang (Kampis) akhir pekan lalu.

Bahkan dengan sombongnya oknum yang juga Kapitalaung Kampung Bengka Kecamatan Manganitu ini, menantang lembaga apa saja di republik ini termasuk aparat hukum agar mengusut insiden yang terjadi pada proyek yang dikelolah perusahaannya.

“Saya tak gentar pihak mana pun dan siap diusut sampai neraka sekalipun,” Kata pria biasa disapa Hibur ini dengan nada sombong dan enteng.

Sebelumnya, warga lorong Kampung Pisang (Kampis) Lingkungan II Kelurahan Soataloara I dikagetkan dengan rusaknya MCB dan lampu di sejumlah rumah yang meledak, Sabtu (9/10/2021) kurang lebih jam 21.00 Wita.

Usut punya usut, ternyata kejadian tersebut menurut warga diakibatkan kesalahan teknis dari pihak PLN, terutama pekerja PT. Valvron selaku pihak ketiga di Sangihe, ketika memperbaiki gardu yang ada di belakang gedung Perpustakaan Daerah (Eks BPU), dimana arus listrik yang harusnya mengalir sebesar 220 Volt kerumah warga, malah menjadi 380 Volt.

Uya Lumaja, Kepala Lingkungan II Kelurahan Soataloara I ketika diwawancarai mengaku kaget dengan kejadian yang terjadi diwilayahnya tersebut. Diceritakannya, kurang lebih pukul 20.00 Wita MCB di sejumlah rumah meledak bersamaan dengan lampu rumah yang putus.

“Sesuai jadwal pemadaman, tertera dalam informasi yakni jam 09.00 hingga 15.00 Wita. Tapi ternyata molor sampai jam 19.00 dan jalur Soataloara 1 RT 05 Lorong Kampis. Saat dinyalakan, Pihak PLN tidak memeriksa jaringan yang ada di Kampis sehingga saat dinyalakan banyak rumah yang MCB-nya meledak serta ada yang di tiang listrik,” ungkal Lumaja. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed