Tanggapan DPRD Sangihe Soal Aksi Damai Tolak PT. TMS

SANGIHE,SASTALPos.com.- Sekilas menyimak dari aksi Damai yang sangat memprihatinkan mengenai tanggapan dari anggota DPRD kabupaten Sangihe terhadap aspirasi para pendemo disaat memasuki kantor DPRD kabupaten  Sangihe belum terakomodir dikarenakan yang menyambut para anggota aksi damai hanya 7 anggota DPRD yang hadir dikantor DPRD Kamis (28/10/2021)

Sebelum menanggapi aspirasi para pendemo, ada sedikit klarifikasi dari beberapa anggota Dewan perwakilan rakyat Daerah(DPRD) mengenai sifat administrasi undangan terkait pendemo.

”  kami terima undangan dimana aksi demo saat ini hanya mahasiswa, dan kami belum tahu bahwa adapula dari kalangan masyarakat.” Kata Anggota Komisi B Ferdy Panca Sinedu.

Namun setelah diklarifilasi semua berjalan dengan baik, sehingga diminta dari utusan perwakilan aksi pendemo yang terdiri dari perwakilan mahasiswa Polnustar, perwakilan dari masyarakat kampung Bowone, perwakilan dari pemuda muslim seindonesia serta perwakilan dari SSI.

Baca juga:  Ini Hasil Sementara Outopsi Wakil Bupati Sangihe Oleh Tim Forensik Polda Sulut

Sementara itu tanggapan dari pimpinan rapat Ferdy  sinedu sebagai wakil rakyat saat ini belum bisa di jawab secara kelembagaan dikarenakan  semua harus butuh proses dan sesuai aturan kelembagaan, dan tidak bisa di ambil keputusan oleh kami bertutuh (7) yang hadir saat ini.

”  Namun atas nama pribadi kami yang hadir menolak Tambang.” ucap Sinedu.

Disisi lain dan diwaktu yang sama menurut salah seorang warga asli kampung Bowone, Agustinus Mananohas bertutur Sejarah Sangihe dimana daerah  Tampungang Lawo adalah taman eden yang diberikan sang pencipta bagi masyarakat untuk bisa hidup damai dan berkecukupan sehingga sampai saat ini warga sangihe khususnya kampung Bowone sebelum dimasuki PT TMS sangat aman,” ungkap Agustinus

Baca juga:  Peduli, Rinny Tamuntuan Serahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Rumah di Kampung Lesabe

Lanjutnya hal inilah yang kami keluhkan kepada para anggota Dewan yang terhormat, akan tetapi sulit bagi kami untuk mencari kedamain hak kami sebagai warga negara khususnya masyarakat Sangihe.

” sehingga kami berharap anggota Dewan yang terhormat untuk dapat menanggapi tututan kami, “Tutup Mananohas.  (udy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *