Demi Kemajuan Daerah di Bidang Perikanan dan Kelautan, Tamuntuan Ajukan Proposal Ke KKP

SANGIHE, SASTALPOS.COM – Demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe di bidang Kelautan dan Perikanan. Pj Bupati Sangihe dr. Rinny Tamuntuan bersama Ketua DPRD Provinsi Sulut, dr Fransiscus Andi Silangen, SpB, KBD yang di dampingi oleh Kadis Perikanan , Ronald Izaak A,P, M.Si, mengajukan proposal ke kementerian Kelautan dan Perikanan. Selasa, (13/12/2022).

 

Sebelum penyerahan proposal tersebut, Pj Bupati Sangihe dr. Rinny Tamuntuan bersama Ketua DPRD Provinsi Sulut, dr Fransiscus Andi Silangen, SpB, KBD melakukan pertemuan dengan Direktur Sumber Daya Ikan direktorat jenderal perikanan Tangkap, Ridwan Mulyana bersama dengan kasubag yang ada di Direktorat tangkap, untuk membicarakan bantuan perikanan khusus untuk nelayan di Kepulauan Sangihe.

 

Kesempatan ini langsung dimanfaatkan oleh Pj. Bupati Sangihe, Rinny Tamuntuan dengan memaparkan beberapa hal kepada Direktur Sumber Daya Ikan Direktorat Perikanan Tangkap terkait kondisi geografis daerah Sangihe, kedua, kondisi sarana prasarana tangkap, mulai dari alat tangkap dan sarana prasarana penunjang dan dua unit pengelolaan ikan di SKPT Dagho serta menyangkut cold storage dengan kapasitas produksi yang ada.

“ Selain Prasarana tangkap juga saya sampaikan soal fasilitas penunjang berupa stasiun pengisian bahan bakar yang ada di Dagho agar supaya dapat difungsikan dan diaktifkan kembali. Juga, lokasi pelelangan ikan dan penjualan ikan, agar supaya dapat dilakukan pembagunan gedung baru, dengan merubah lokasi,” Kata Tamuntuan.

 

Menurut Tamuntuan, Pembangunan dan perubahan lokasi Pelelangan dan penjualan ikan ini dari Dahgo ke- Tahuna dengan indikator bahwa pola gerak dari pada nelayan untuk menjual ikan lebih cenderung ke- Tahuna karena faktor – faktor tertentu dimna ketika mereka akan melakukan penjualan di Tahuna bisa sekaligus melakukan pengisian bahan bakar dan pembelian bahan sembako untuk keperluan keluarga.

 

“ dari beberapa usulan yang telah disampaikan sudah di setujui dan akan di komunikasikan untuk perubahan dan pembangunannya baik di tahun 2023 maupun 2024 nanti,” Ucap Pj Bupati yang banyak melakukan lobi di pusat ini.

 

Tak hanya itu, Tamuntuan memikirkan pasar dari hasil perikanan dan kelautan di kepulauan ini yakni ke luar negeri, sehingga memerlukan satu kebijakan untuk mengekspor ke negara yang membutuhkan hasil produksi perikanan ini.

 

“ Tentu selain kita punya alat tangkap dan fasilitas pendukung yang baik kita harus memikirkan ekspor, nah, kita harus memanfaatkan kerjasama pemerintah provinsi Sulut dengan negara Jepang dimana Pak Gubenur Olly Dondokambey sudah membuka akses penerbangan dari Kota Manado – Narita Jepang di bulan Desember ini ada 3 flight melakukan ekspor ke jepang dan ini sangat disupport oleh Ditjen tangkap, “ Ujar Istri dari Ketua DPRD Sulut dr. Fransiskus Andi Silangen ini.

 

Tak Lupa juga, Tamuntunan mengajukan proposal untuk sarana dan prasarana alat tangkap seperti kapal- kapal  mulai dari 0-6 GT  dan 6 GT – 20 GT yang masih kurang untuk dapat di suport oleh Ditjen Tangkap.

 

“ saya juga menyampaikan ke Dirjen Tangkap untuk dapat memberikan bantuan kapal kepada nelayan di Sangihe, dan memaparkan soal penangkapan ikan terukur adalah hal yang menjadi komitmen dan konseren Ditjeen KKP  dimana didorong supaya dengan adanya penangkapan ikan terukur kesediaan sumber daya ikan itu sangat dimungkinkan sampai dengan beberapa tahun kedepan,” Tutupnya.(Gun)