Budiman dan Makasidamo Dua Birokrat Layak Jadi Calon Wabup di Pilkada 2024, Ini Alasannya..

SANGIHE, SASTALPOS.COM – Perhelatan Politik tahun 2024 nanti, bakal menjadi ajang kompetisi dari  sejumlah figur potensial baik di Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

 

Terhitung sesuai jadwal Pemilu dimana Pileg pada pada 14 Februari dan Pilkada serentak sebanyak 548 daerah dengan rincian 38 Provinsi, 415 Kabupaten, dan 98 kota  pada 27 November 2024.

 

Pilkada serentak memang masih jauh, namun sejumlah figur yang bakal mencalonkan diri sudah mulai menampakan diri bahkan sudah menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat kepulauan Sangihe.

 

Sebut saja, ada nama Fransiscus Andi Silangen,  Rinny Tamuntuan, Michael Thunggari, Heronimus Rompas Makagansa dan Hendrik Manosoh yang digadang – gadang menjadi calon Bupati 2024 mendatang.

 

Namun, untuk kandidat calon wakil Bupati mewakili gender perempuan yang merupakan birokrat yang layak untuk bersanding di Pilkada 2024 yakni Jansje Budiman dan Olga Makasidamo.

 

Kedua birokrat ini memiliki latar belakang dan basis dukungan yang real dan segudang pengalaman di birokrasi pemerintahan ditambah jenjang pendidikan tinggi serta pejabat yang mumpuni di lingkungan pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Terkenal dengan ketegasan dan disiplin dalam melaksanakan tugas Jansje Budiman, SH.MM merupakan sosok yang banyak dikenal dan disegani oleh sesama pejabat eselon II serta pegawai, mampu memberikan teladan bagi bawahan dimana dinas atau badan yang dipimpinnya.

Baca juga:  Dituding Lapor Bupati, Hontong : Saya Tidak Pernah Lapor Bupati di Polda

 

Dibalik Ketegasan dan disiplin dalam bekerja Budiman juga memilki sisi  seorang wanita yang lembut dan penyayang  serta pengasih kepada siapapun yang ada di sekitarnya. Sehingga menjadikan sosok ini layak untuk menjadi calon wakil Bupati pada pilkada 2024.

 

Kelayakan Budiman untuk berada di level tersebut, sangat beralasan, pasalnya dari basis dukungan keluarga besar Budiman yang  tersebar di seantero Tampungang Lawo, tak hanya itu Budiman juga memiliki keluarga bertalian seperti marga Saselah dari pihak Ibu.

 

Belum lagi, bermodalkan pendidikan Ilmu Hukum , Budiman cukup lama menjabat Kabag Hukum dan Kabag Organisasi Setda Sangihe. Tak hanya itu, Karena kepiawaiannya sehingga menjabat dua kali di eselon II yakni Kaban Perbatasan dan Kaban Pengelolaan Keuangan hingga sekarang ini.

 

Begitu halnya dengan Dra. Olga Makasidamo yang berawal dari seorang guru SMK, kemudian tarik ke jabatan struktural di Pemda Sangihe dengan jabatan yang pernah dijabat yakni Plt.Bidang Data, kemudian Kepala BKD, Dinas pemberdayaan Perempuan, Kadis Dukcapil, dan Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Sangihe sekarang ini.

 

Selain tenaga Pendidik dan Birokrat berpengalaman, Makasidamo memiliki dukungan yang real dimana menjabat sebagai ketua Pelka Wanita Sinode GMIST selama 3 periode hingga sekarang ini.

Baca juga:  1 Unit KIA dan 3 ABK di Tahan PSDKP Tahuna

 

Tak hanya itu, Makasidmo merupakan sosok perempuan yang terkenal sebagai pejabat ramah dan disiplin dalam bertugas, terlebih dalam pelayanan dilingkup Sinode GMIST khususnya di kalangan Wanita Kaum Ibu. Terbukti mampu terpilih sebagai ketua WKI selama tiga periode ini.

 

Tentu, kemampuan serta dukungan kedua birokrat perempuan ini sudah tidak diragukan lagi dan dinilai layak menjadi papan dua dalam perhelatan Pilkada 2024 nanti.

 

Namun, sangat disayangkan Budiman  dan Makasidamo keduanya tidak  memiliki pemikiran serta kemauan untuk terjun ke- dunia politik dan hanya fokus dalam pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pensiun.

 

“ Saya tidak pernah terpikirkan terjun ke dunia Politik apalagi menjadi wakil Bupati. Saya hanya fokus pada tanggungjawab sebagai ASN dan jabatan yang sudah diberikan oleh pimpinan saat ini,” Tegas Budiman. Seraya berucap nantinya akan menikmati masa pensiun di rumah.

 

Senada juga disampaikan Makasidamo, yang juga lebih memilih menyelesaikan tugas sebagai ASN hingga pensiun akhir tahun 2024 nanti, sebab kalau terjun ke politik harus mengundurkan diri sebagai ASN.

 

“ Untuk sekarang saya fokus pada tugas pokok, sampai masa pensiun 36 tahun masa pengabdian,” Kata Makasidamo. (Gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *