WBP Lapas Tamako Menolak Miskin Ilmu!

SANGIHE.SASTALPOS.COM- Tamako – Disela-sela aktivitas yang dijalankan dan program pembinaan yang diikuti, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas III Tamako tetap melakukan kegiatan yang positif. Hal ini terlihat dari beberapa orang warga binaan yang sedang asyik membaca buku pada perpustakaan “Pojok Baca” yang telah disediakan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Tamako yang terletak di depan aula, Jumat (26/05/2023).

 

Pojok Baca merupakan hasil ide dari salah satu pegawai Lapas Tamako, Ricky Darondo sebagai bentuk layanan dari Lapas Tamako terhadap WBP. Widodo sebagai Kalapas sangat mengapresiasi ide itu karena melihat kurangnya produktivitas dari WBP disela-sela waktu kosong. Di Pojok Baca tersedia beragam buku, diantaranya buku yang membahas tentang keagamaan, sejarah, pertanian, peternakan, bengkel, dan buku-buku edukasi lainnya. Hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan minat baca sehingga kegiatan membaca buku dapat terus menjadi kegemaran bagi warga binaan.

Baca juga:  Raule : Pajak, Objek Penting Tingkatkan PAD

 

Semenjak adanya Pojok Baca ini, waktu luang yang dimiliki WBP Lapas Tamako dimanfaatkan dengan baik melalui kegiatan membaca buku yang tersedia. Membaca buku adalah suatu kegiatan yang menyenangkan, dimana kita dapat mengisi waktu luang sekaligus mendapatkan ilmu yang dapat diimplementasikan nantinya.

 

Mendorong para warga binaan membiasakan diri membaca buku, paling tidak mampu menambah pengetahuan warga binaan yang memiliki minat pada bidang tertentu. Selain itu, membaca juga berarti mengisi aktivitas sehari-hari dengan asupan pengetahuan agar waktu tak terbuang sia-sia.

 

Baca juga:  Pimpinan & Anggota DPRD Sangihe mengucapkan Dirgahayu ke 596 Daerah Kepulauan Sangihe

Ricky Darondo sebagai pencetus ide Pojok Baca ini menyampaikan dengan adanya program layanan ini dapat membina WBP menjadi lebih baik dan terampil lagi kedepannya.

“Diharapkan para warga binaan dapat memanfaatkan dengan baik Pojok Baca sebagai sumber literasi. Selain dapat mengisi waktu luang, dengan membaca mereka dapat teredukasi sehingga ketika sudah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan dapat bermanfaat kepada masyarakat banyak,” Ucap Ricky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *