Tak Banyak Yang Tau, Ternyata Caleg DPR-RI Dapil Sulut Ini, Pendiri Wassidik Bareskrim Polri

Sulut, SASTALPOS.COM — Berbicara tentang sosok Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie SH MH, putra Kawanua sarat prestasi di bidang Kepolisian tentu tak ada habisnya.

Betapa tidak, selain pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di tubuh Polri hingga pernah dipercayakan sebagai Dirjen Imigrasi KemenKumHam RI, putra Tonsea Minut ini juga ternyata merupakan pencetus sekaligus pendiri biro Pengawasan Penyidikan (Wassidik) Mabes Porli.

Hal ini tentu menjadi kredit poin tersendiri bagi Jenderal Purnawirawan Bintang Dua terlebih ketika akan maju sebagai Bacaleg DPR-RI Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara.

Biro Pengawasan penyidikan sendiri pertama kali dibentuk pada tahun 2010 dan Ronny Sompie dipercayakan mengemban tanggung jawab besar sebagai kepala biro pertama.

Biro Wassidik merupakan benteng terakhir pengawasan Penyidikan Mabes Polri di seluruh Indonesia yang menjadi andalan dalam menyelesaikan komplain baik dari terlapor maupun pelapor dalam proses penegakkan hukum.

Baca juga:  Pemuda Pemilik 1100 Butir Pil Vetasen dan Seledryl Ditangkap Polres Sangihe

“Disana kalau ada persoalan datangnya ke Biro Wassidik karena di sana ada proses gelar perkara,” ujar Ronny Sompie dalam wawancara bersama Dr. Robintan Sulaiman SH MH MA MM CLA , Ahli Pidana independen beberapa waktu silam.

Dikutip dari konten YouTube Robintan Sulaiman, Ronny Sompie menegaskan bahwa integritas pengawas penyidikan sangat sangat penting dalam upaya mewujudkan penegakan hukum yang humanis dan presisi.

“Karena sepintar apapun seorang pengawas penyidikan kalau tidak punya integritas maka nanti nampak ada kepincangan dan nampak ada diskriminasi dalam pengawasan Penyidikan itu,” tutur mantan Kepala Biro Wassidik pertama Mabes Polri.

Baca juga:  PJ Bupati Sangihe Blusukan Pantau Stabilitas Harga Bapok Jelang Idul Fitri

Tak sampai disitu saja, Ronny Sompie yang digadang- gadang sebagai Bacaleg potensial untuk DPR-RI Partai Golkar Dapil Sulut ini mengaku mendukung program Kapolri dalam upaya mewujudkan Polri presisi dengan lebih mendorong upaya penegakan hukum yang humanis.

“Upaya – upaya humanis adalah bagaimana mencegah agar supaya tidak terjadi pelanggaran hukum,” sebut Sompie.

Sambungnya, Kalau pun ada kasus yang terjadi tinggal bagaimana penyelesaiannya lebih mengedepankan konsep restoratif Justice.

Di satu sisi, Ronny Sompie berharap kedepannya di bidang penegakan hukum khususnya penyidikan perlu ada upaya penguatan terhadap atasan penyidik.

” Sehingga mereka memahami untuk tidak bergantung kepada penyidiknya, bisa tau laporan penyidik benar atau salah,” tutup mantan Kadiv Humas Mabes Polri. (***/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *