Dari Manokwari ke Sangihe, Glessia Mauri Raih Tahta Elite Women 52 Kg

Berita, Olahraga710 Dilihat

SANGIHE.SASTALPOS.COM –Di tengah riuh tepuk tangan yang menggema di GOR Manente , satu nama disebut dengan penuh kebanggaan: Glessia Sandra Mauri. Namun, malam itu bukan sekadar tentang kemenangan. Itu adalah cerita tentang keberanian, tentang seorang perempuan muda yang menantang batas dirinya sendiri—dan menang.

Datang jauh dari Manokwari, Glessia membawa lebih dari sekadar sarung tinju. Ia membawa harapan, doa keluarga, dan semangat tanah kelahirannya. Di arena sederhana di Tahuna, ia berdiri bukan hanya sebagai atlet, tetapi sebagai simbol perjuangan.

Pertarungan final kelas elite women 52 kilogram pada 17 April 2026 menjadi ujian sesungguhnya. Di sudut ring, lawannya, Injilia Pinatik, tampil sama kuat dan tak mudah ditaklukkan. Ronde pertama berjalan keras—pukulan demi pukulan seakan berbicara tentang siapa yang lebih siap menanggung tekanan.

Baca juga:  Gunung Ruang Sitaro Erupsi Lagi Saat Warga Tertidur Lelap

Namun Glessia tidak datang sejauh itu untuk ragu. Di balik wajah tenangnya, ada proses panjang: latihan tanpa lelah, jatuh bangun, dan disiplin yang sering kali tak terlihat orang.

Memasuki ronde kedua, ia mulai membaca permainan. Gerakannya lebih terukur, pukulannya lebih tajam. Ia tak hanya bertarung dengan tenaga, tetapi juga dengan ketenangan.

Dan di situlah perbedaannya.Saat wasit mengakhiri laga, kemenangan itu bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah jawaban atas semua pengorbanan yang pernah ia lalui. Pada Minggu dini hari, 19 April 2026, Glessia berdiri di podium juara—bukan hanya sebagai pemenang, tetapi sebagai inspirasi.

Matanya berbinar saat menggenggam piala. “Ini bukan hanya untuk saya,” ucapnya pelan, seolah berbicara kepada semua yang telah mendukungnya. “Ini untuk keluarga saya, pelatih, dan semua yang percaya saya bisa.”

Baca juga:  Karya Fotografi Berjudul "City Of Memories" Jadi Milik Dialoog Hotel. Ini Kata Pemiliknya

Namun mimpi Glessia tidak berhenti di Sangihe. Baginya, ring ini hanyalah awal. Ada panggung yang lebih besar menanti, ada tantangan baru yang siap dihadapi.

Di balik kemenangan itu, tersimpan kisah sederhana namun kuat: tentang seorang anak muda dari timur Indonesia yang berani melangkah jauh, menembus batas, dan membuktikan bahwa mimpi tidak pernah mengenal jarak.

Dan dari ring kecil di Sangihe, langkah Glessia kini mulai terdengar lebih jauh—menuju masa depan yang ia bangun sendiri, dengan keringat, keberanian, dan harapan. (j)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP