MANADO, SASTALPOS.COM — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Provinsi Sulawesi Utara menjadi momentum refleksi penting bagi arah pembangunan pendidikan daerah. Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, memimpin langsung upacara yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Sabtu (2/5/2026).
Dalam sambutannya, Yulius menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa sekaligus instrumen strategis untuk meningkatkan martabat masyarakat.
“Pendidikan harus inklusif, bermutu, dan berkemajuan. Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal, baik dari sisi akses maupun kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai penggerak mobilitas sosial. Menurutnya, sistem pendidikan yang baik akan membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.
Revitalisasi 248 Sekolah di Sulut
Gubernur mengungkapkan bahwa pemerintah pusat terus menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama. Salah satu langkah konkret di tahun 2026 adalah revitalisasi 248 satuan pendidikan di Sulawesi Utara.
Program tersebut mencakup:
Renovasi 247 sekolah
Pembangunan 1 sekolah baru
Total anggaran mencapai Rp231 miliar
Selain itu, pemerintah juga memperluas distribusi perangkat teknologi pendidikan seperti interactive flat panel (IFP) guna mendukung transformasi pembelajaran digital di sekolah.
Tekankan Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Dalam kesempatan tersebut, Yulius kembali mengingatkan pentingnya filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara, yakni sistem among: asah, asih, dan asuh.
Menurutnya, pendidikan harus dilandasi dengan:
Ketulusan dalam mengajar
Kasih sayang terhadap peserta didik
Pendampingan berkelanjutan
“Kita tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, terampil, dan memiliki tanggung jawab sosial. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia,” ujarnya.
Tantangan Pendidikan di Wilayah Kepulauan
Meski berbagai capaian telah diraih, Yulius mengakui masih terdapat tantangan serius, terutama pada infrastruktur pendidikan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, hingga dunia usaha.
“Pendidikan bukan tanggung jawab satu pihak. Ini kerja bersama demi masa depan Sulawesi Utara dan Indonesia,” tambahnya.
Semangat Menuju Indonesia Emas 2045
Upacara Hardiknas 2026 berlangsung khidmat dan penuh semangat, diikuti ratusan pelajar, kepala sekolah, serta jajaran pejabat daerah.
Momentum ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.








