Gereja di Pulau Matutuang Retak Pascah Gempa 7,7

Berita, Sangihe166 Dilihat

SANGIHE.SASTALPOS.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk Gereja GMIST Nazaret Matutuang yang berada di Pulau Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore.

Berdasarkan pantauan warga setempat, guncangan gempa yang berlangsung cukup kuat membuat sebagian bagian bangunan gereja mengalami keretakan pada dinding dan sejumlah material bangunan berjatuhan. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas ibadah di dalam gereja sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Warga Pulau Matutuang mengaku sempat panik ketika gempa terjadi. Sebagian besar masyarakat berhamburan keluar rumah dan mencari lokasi yang lebih aman sambil mengikuti informasi dari pihak berwenang terkait potensi tsunami.

“Saat gempa terasa, kami semua langsung keluar rumah. Guncangannya sangat kuat dan berlangsung cukup lama. Setelah itu kami melihat ada beberapa bagian dinding Gereja GMIST Nazaret Matutuang yang retak. Kami bersyukur tidak ada korban,” ujar salah seorang warga Matutuang yang enggan namanya dipublikasikan .

Baca juga:  BMKG Resmi Cabut Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa M7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara

Hal senada disampaikan warga lainnya, yang mengaku khawatir melihat kondisi bangunan gereja yang menjadi pusat kegiatan rohani masyarakat setempat.
“Gereja ini sangat penting bagi kami. Ketika melihat ada kerusakan akibat gempa, tentu kami sedih. Namun yang paling utama adalah semua warga dalam keadaan selamat. Kami berharap gereja dapat segera diperbaiki,” katanya.
Pasca-gempa, warga bersama pengurus jemaat melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi bangunan gereja untuk memastikan tingkat kerusakan yang terjadi. Sementara itu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah serta instansi terkait.
Hingga saat ini, pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan pihak terkait guna menentukan langkah penanganan serta perbaikan fasilitas yang terdampak gempa.
Meski dihadapkan pada situasi yang mengkhawatirkan, semangat kebersamaan warga Pulau Matutuang tetap terlihat. Jemaat GMIST Nazaret Matutuang berharap proses pemulihan dapat segera dilakukan sehingga aktivitas ibadah dan pelayanan gereja dapat kembali berjalan normal.
“Kami percaya Tuhan akan menolong dan menguatkan kami menghadapi situasi ini. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan seluruh masyarakat,” tutup Salah Satu anggota warga jemaat.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP