VANCOUVER, SASTALPOS.COM – Kejutan besar mewarnai matchday pertama penyisihan Grup D Piala Dunia 2026. Tim nasional Australia secara luar biasa sukses menumbangkan tim unggulan Turki dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Kanada, pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat.
Hasil ini terbilang sensasional mengingat jalannya pertandingan didominasi penuh oleh Turki. Sepanjang 90 menit, armada Socceroos dikurung habis-habisan oleh lini serang Turki yang dimotori oleh bintang Juventus, Kenan Yıldız. Namun, efisiensi taktik dan kedisiplinan tingkat tinggi menjadi kunci sukses Australia mengamankan tiga poin perdana.
Ini merupakan kemenangan di laga pembuka Piala Dunia pertama bagi Australia dalam 20 tahun terakhir, sejak mereka mengalahkan Jepang 3-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2006 silam.
Dikurung Lawan, Klinis Serang Balik
Turki langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Berdasarkan statistik pertandingan, Turki memegang kendali penguasaan bola hingga 59 persen dan melepaskan total 30 tembakan. Namun, tangguhnya penampilan kiper muda Australia, Patrick Beach, membuat barisan penyerang Turki frustrasi.
Asyik menyerang membuat pertahanan Turki lengah. Melalui skema transisi cepat pada menit ke-26, wonderkid Australia Nestory Irankunda berhasil memanfaatkan umpan lambung Paul Okon-Engstler untuk membobol gawang Uğurcan Çakır. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, situasi tidak banyak berubah dengan Turki yang terus menggempur lini pertahanan Australia. Petaka bagi Turki kembali datang pada menit ke-74. Lewat sebuah serangan balik yang sangat klinis, Connor Metcalfe melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti yang memastikan kemenangan Australia menjadi 2-0.
Gol pembuka yang dicetak oleh Nestory Irankunda membuatnya resmi menjadi pencetak gol termuda Australia sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia (berusia 20 tahun 125 hari).
Respons Taktis Tony Popovic
Keberhasilan mempecundangi Turki ini disambut sukacita oleh pelatih kepala Australia, Tony Popovic. Dilansir dari laporan utama The Guardian, Popovic memuji habis-habisan mentalitas dan kedisiplinan anak asuhnya yang mampu keluar dari tekanan hebat sepanjang laga.
”Kami tahu Turki akan mendominasi penguasaan bola dan menekan kami sejak awal. Rencana kami adalah tetap kompak, menutup ruang di sepertiga akhir, dan menghukum mereka lewat kecepatan transisi. Para pemain menjalankan instruksi tersebut dengan sangat sempurna malam ini. Ini kemenangan besar bagi mentalitas tim,” ujar Tony Popovic seperti dikutip dari The Guardian.
Tambahan tiga poin ini membuat Australia bertengger di posisi kedua klasemen sementara Grup D dengan raihan 3 poin, hanya kalah selisih gol dari tuan rumah Amerika Serikat yang memuncaki klasemen.*





