Kutukan 8 Tahun Runtuh! Brace Undav Bawa Jerman Comeback Dramatis ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Olahraga11 Dilihat

TORONTO, SASTALPOS.COM – Air mata frustrasi yang mengalir di Kazan pada 2018 dan Al Khor pada 2022 akhirnya resmi digantikan oleh riuh kebahagiaan di Toronto pada 2026. Tim nasional Jerman secara dramatis memastikan diri kembali ke panggung yang seharusnya menjadi tempat mereka: fase gugur Piala Dunia.

​Melalui kemenangan comeback 2-1 atas Pantai Gading pada matchday kedua Grup E di BMO Field, Minggu (21/6) dini hari WIB, Der Panzer resmi meruntuhkan kutukan 8 tahun yang sempat membuat salah satu raksasa sepak bola dunia ini absen di babak gugur pada dua edisi beruntun.

​Bagi publik Jerman, kelolosan ke babak 32 besar ini bukan sekadar urusan lolos dari fase grup, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa raksasa yang tertidur selama hampir satu dekade kini telah bangun.

Mengakhiri Trauma Dua Edisi Beruntun

​Sejak mengangkat trofi juara dunia di Brasil pada 2014, Jerman seperti kehilangan tajinya. Dua edisi Piala Dunia berikutnya berakhir dengan aib besar—tersingkir memalukan di fase grup secara berturut-turut. Namun, malam di Toronto menjadi saksi kembalinya mentalitas Die Mannschaft yang sesungguhnya setelah 8 tahun terjebak dalam tren negatif.

Baca juga:  Benny Mamoto Sukses Gelar Turnamen Futsal Pa' Dior Cup VII 2018 Di Nusa Utara

​Melansir laporan pertandingan dari Tempo.co, Jerman sempat diambang trauma masa lalu ketika kapten Pantai Gading, Franck Kessié, membobol gawang Manuel Neuer di menit ke-30. Ditambah lagi dengan gol Kai Havertz yang sempat dianulir VAR, bayang-bayang kegagalan di Rusia dan Qatar sempat menghantui.

​Namun, alih-alih runtuh secara mental seperti edisi-edisi sebelumnya, Jerman di bawah asuhan Julian Nagelsmann menunjukkan ketenangan luar biasa di babak kedua untuk membalikkan keadaan melalui brace Deniz Undav di menit 68′, dan 90+4′.

Dua gol dari Deniz Undav ini menjadikannya pemain pengganti Jerman pertama yang mencetak brace di Piala Dunia sejak André Schürrle melakukannya ke gawang Brasil pada semifinal 2014.

Reaksi Ruang Ganti: “Beban Sejarah Itu Telah Lepas”

​Kembalinya Jerman ke fase gugur memicu emosi besar di ruang ganti. Pelatih kepala Julian Nagelsmann, saat diwawancarai oleh Sky Sports, mengakui bahwa tekanan psikologis yang dipikul timnya akibat kegagalan 8 tahun terakhir sangatlah masif.

Baca juga:  Diikuti 44 Peserta, Pj. Bupati Sangihe Rinny Tamuntuan Buka Secara Resmi Turnamen Catur PLN UP3 Tahuna

​”Kami tahu beban sejarah yang ada di pundak tim ini. Sejak 2018, Jerman selalu dikritik karena kehilangan karakter di turnamen besar. Malam ini, tertinggal lebih dulu namun mampu bangkit di menit-menit akhir menunjukkan bahwa mentalitas juara itu telah kembali,” ujar Nagelsmann dengan emosional.

​Pahlawan kemenangan malam itu, Deniz Undav, juga menegaskan kepada ESPN bahwa fokus utama tim sejak awal adalah mengembalikan kehormatan sepak bola Jerman.

​”Kami mendengar semua kritik yang menyebut generasi ini rapuh dan tidak bisa lolos grup seperti pendahulu mereka. Kelolosan ke babak 32 besar ini adalah jawaban kami setelah penantian 8 tahun. Jerman telah kembali ke tempat yang seharusnya,” tegas penyerang Stuttgart tersebut.

​Skuad asuhan Nagelsmann kini mengirimkan sinyal bahaya ke seluruh kontestan Piala Dunia 2026 bahwa kekuatan tradisional Eropa ini telah kembali siap bertarung berebut takhta tertinggi.*

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP