SANGIHE, SASTALPOS.COM – Aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe hingga Senin malam (8/6/2026), pascagempa kuat Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Sulawesi Utara pada pagi hari.
Berdasarkan informasi terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,5 terjadi pada pukul 18.22.28 WIB atau 19.22 WITA dengan pusat gempa berada di 212 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, pada koordinat 5,50 LU dan 125,21 BT, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Data BMKG menunjukkan bahwa sepanjang hari ini telah terjadi sejumlah gempa susulan dengan magnitudo bervariasi di kawasan barat laut Tahuna dan sekitar Pulau Karatung, menandakan aktivitas seismik masih berlangsung di wilayah tersebut.
Meski demikian, status peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama Magnitudo 7,7 pada pagi hari telah resmi diakhiri BMKG. Masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara, khususnya Kepulauan Sangihe dan Talaud, diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah setempat.








