Piala Dunia 2026: Diprediksi Jadi Juara, Belanda Malah Tumbang di Tangan Maroko

Olahraga28 Dilihat

MONTERREY, SASTALPOS.COM – Kejutan besar mewarnai jalannya Piala Dunia 2026 di Estadio BBVA, Monterrey. Belanda, yang datang sebagai salah satu kandidat kuat dan digadang-gadang bakal keluar sebagai juara dunia tahun ini, secara tragis harus angkat koper lebih awal di babak 32 besar.

De Oranje dipaksa bertekuk lutut oleh ketangguhan mental Maroko lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-2, setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu pada Senin (29/6) pagi WIB.

Kronologi Laga: Gol Gakpo yang Disirnakan Sundulan Diop

​Belanda sebenarnya berada di atas angin ketika penyerang andalan mereka, Cody Gakpo, memecah kebuntuan pada menit ke-72. Memanfaatkan umpan manja dari Crysencio Summerville, Gakpo sukses mengoyak jala gawang Maroko yang dikawal ketat oleh Yassine Bounou.

​Namun, reputasi Maroko sebagai pembunuh raksasa bukan hisapan jempol. Berdasarkan laporan langsung ESPN, intensitas serangan tim asuhan Walid Regragui justru meningkat pasca-tertinggal. Hasilnya, pada menit ke-86, bek tengah Issa Diop mencetak gol balasan krusial lewat sundulan maut memanfaatkan skema umpan silang matang dari Chemsdine Talbi. Skor 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu usai.

​Di babak adu penalti, petaka mendatangi Belanda. Tiga eksekutor mereka Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Summerville gagal menuntaskan tugas. Sebaliknya, Ismael Saibari yang maju sebagai penendang penentu Maroko sukses mengecoh kiper Bart Verbruggen dan memastikan tiket 16 besar bagi negaranya.

Baca juga:  Tragedi Berlanjut: Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026 Setelah Kalah Adu Penalti dari Bosnia

Pernyataan Resmi: Kekecewaan Koeman vs Kebanggaan Regragui

​Melansir dari wawancara pasca-pertandingan di Sky Sports, pelatih kepala Belanda, Ronald Koeman, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya yang mendalam atas hasil minor ini.

​”Sangat menyakitkan tersingkir dengan cara seperti ini. Kami memegang kendali setelah gol Cody [Gakpo], tetapi kehilangan fokus di menit-menit akhir. Berada di posisi favorit atau diprediksi juara tidak ada artinya jika Anda tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan benar,” ujar Koeman dengan nada getir.

​Di kubu seberang, Walid Regragui memuji mentalitas baja para pemain Maroko yang kembali mengejutkan dunia sepak bola internasional. Berbicara kepada BBC Sport, ia menegaskan bahwa status tidak diunggulkan justru menjadi bahan bakar utama timnya.

​”Banyak orang mencoret kami saat tahu kami harus menghadapi Belanda di fase gugur. Tapi tim ini punya hati yang besar. Kami tahu bagaimana menderita di lapangan dan kapan harus memukul balik. Kemenangan ini untuk seluruh masyarakat Maroko,” tegas Regragui.

Baca juga:  Spektakuler! 337 Petinju Dari Lima Provinsi Adu Skil di Tahuna

Fakta Menarik & Statistik Berbasis Data

​Kekalahan dramatis ini menyisakan sejumlah catatan merah bagi Belanda, sekaligus mengukuhkan status elite Maroko dalam urusan menjatuhkan tim-tim raksasa. Berikut adalah data menarik yang dirilis oleh penyedia statistik sepak bola, Opta:

  • ​Kutukan Penalti De Oranje: Kekalahan ini membuat Belanda kini telah kalah dalam 5 dari 7 babak adu penalti terakhir mereka di turnamen mayor (Piala Dunia & Euro).
  • ​Efisiensi Singa Atlas: Maroko menjadi tim Afrika pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil menyingkirkan Belanda di fase gugur, setelah sebelumnya juga menumbangkan raksasa Eropa seperti Spanyol dan Portugal di edisi 2022.
  • ​Sentuhan Magis Saibari: Ismael Saibari mencatatkan tingkat konversi penalti 100% dalam situasi tekanan tinggi sepanjang karier profesionalnya di level internasional.

​Kemenangan heroik ini membawa Maroko melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi tantangan berikutnya, sementara Belanda terpaksa pulang ke Amsterdam dengan penyesalan besar karena gagal memenuhi ekspektasi publik global.*

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP