SANGIHE.SASTALPOS.COM –Akibat cuaca buruk dan angin kencang, KM Barcelona II A terpantau memasuki area Pelabuhan Nusantara Tahuna pada Kamis (26/2/2026) pukul 10.28 WITA. Kapal tersebut sebelumnya sempat berlabuh di Pelabuhan Ulu Siau pada pukul 03.00 WITA dini hari guna menghindari risiko pelayaran di tengah gelombang tinggi.
Keputusan untuk menunda pelayaran dan menunggu kondisi memungkinkan diambil oleh pihak awak kapal demi keselamatan penumpang dan kru. Cuaca yang tidak bersahabat sejak malam hari membuat kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan sesuai jadwal semula.
Setibanya di Pelabuhan Nusantara Tahuna, suasana sempat diwarnai kepanikan penumpang. Tangga yang digunakan untuk turun dari kapal terlihat bergetar akibat gelombang yang masih cukup kuat menghantam badan kapal. Sejumlah penumpang memilih turun melalui pintu samping kanan kapal sambil membawa barang bawaan mereka untuk menghindari antrean dan getaran tangga utama.
Charles, salah satu penumpang, mengaku kondisi cuaca sejak malam memang kurang bersahabat sehingga kapal terpaksa masuk pada siang hari.
“Ya, semalam kondisi cuaca tidak baik dan bergelombang, jadi kapal harus menunggu sampai situasi lebih aman,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kemudi KM Barcelona II A, Ralstynmas Lahutung, saat ditemui di atas kapal menjelaskan bahwa keputusan berlabuh sementara di Ulu Siau dilakukan demi menghindari risiko lebih besar.
“Akibat cuaca kencang, kami harus memutuskan untuk berlabuh terlebih dahulu di Pelabuhan Ulu Siau. Kami tidak ingin mengambil risiko dalam kondisi gelombang tinggi. Puji Tuhan, akhirnya kami bisa tiba dengan selamat di Pelabuhan Nusantara Tahuna,” ujar Lahutung kepada wartawan.
Tak hanya itu, saat kapal mulai bersandar, areal pelabuhan sempat terasa bergetar akibat hempasan gelombang dan dorongan angin. Kepanikan kembali terlihat ketika salah satu tali pengikat kapal nyaris terputus karena tekanan kuat. Beruntung, awak kapal sigap mengamankan dan memperkuat tali tambat sehingga situasi dapat segera dikendalikan.
Meski sempat diwarnai ketegangan, seluruh penumpang akhirnya dapat turun dengan selamat. Pihak kapal memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan pelayaran, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. (JTB)








