Hilang di Rimba Lelipang Sangihe, Misteri Lansia 82 Tahun yang Tak Kunjung Terungkap

Berita, Sangihe2106 Dilihat

SANGIHE.SASTALPOS.COM –Kabut tipis masih menggantung di lereng Gunung Lelipang saat langkah-langkah terakhir tim pencari perlahan berhenti. Suara dedaunan yang bergesekan oleh angin kini terdengar lebih sunyi dari biasanya—seolah menyimpan rahasia yang belum terpecahkan.

Arman Makatika, seorang lansia berusia 82 tahun, telah hilang selama tujuh hari di rimba Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ia pergi—dan tak pernah kembali.

Selasa, 28 April 2026, menjadi penanda berakhirnya harapan yang selama ini digantungkan pada kerja keras tim SAR gabungan. Setelah pencarian intensif tanpa hasil, operasi resmi dihentikan.

Namun, misteri justru semakin menguat.
Selama sepekan, hutan Lelipang yang lebat dan terjal disisir tanpa henti. Tim dari Pos SAR Tahuna, Koramil Tamako, hingga Polsek Tamako menembus medan sulit, menyusuri jalur-jalur yang bahkan jarang disentuh manusia. Setiap langkah diiringi harapan—dan kecemasan.

Baca juga:  Sulut Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Gubernur Yulius: Jangan Pernah Bermain-main dengan Uang Rakyat

Namun alam tetap bungkam.
“Kami bersama tim gabungan telah melakukan pencarian maksimal selama tujuh hari sesuai SOP. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban, sehingga operasi pencarian kami hentikan,” ujar Kepala Pos SAR Tahuna, Maryoto, dengan nada berat.

Di balik keputusan itu, tersimpan kelelahan fisik dan beban psikologis. Tidak mudah menghentikan pencarian ketika jawaban belum ditemukan.

Kapolsek Tamako, AKP Meldi Roring, S.H., masih membuka pintu harapan dari arah lain—masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi apabila melihat atau mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan korban,” katanya.

Sebab di hutan Lelipang, cerita-cerita lama kembali berembus.
Warga setempat mengenal kawasan ini bukan sekadar hutan biasa. Beberapa kejadian serupa di masa lalu pernah dikaitkan dengan wilayah ini—hilangnya orang tanpa jejak, cerita yang berakhir tanpa penjelasan pasti. Entah mitos, entah fakta, namun cukup untuk membuat bulu kuduk meremang.

Baca juga:  Dosen POLNUSTAR Ajari Perangkat Kampung Karatung II Tentang Penerapan Teknologi Google Cloud Guna Mengoptimalisasi Kinerja

Kini, nama Arman Makatika menjadi bagian dari kisah yang belum selesai.

Meski operasi pencarian dihentikan, penyelidikan tidak ikut berhenti. Aparat kepolisian memastikan proses pendalaman informasi terus berjalan. Setiap petunjuk, sekecil apa pun, akan ditelusuri.

Di sisi lain, keluarga hanya bisa menunggu—di antara harapan dan ketidakpastian.
Hutan Lelipang kembali sunyi. Namun di balik sunyinya, tersimpan tanda tanya besar yang belum terjawab:
Ke mana Arman Makatika pergi? (Redaksi)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP