Cetak Sejarah, Gol Yoane Wissa Gagalkan Ambisi Poin Penuh Portugal atas RD Kongo

Olahraga32 Dilihat

HOUSTON, SASTALPOS.COM — Tim nasional Republik Demokratik (RD) Kongo sukses mencetak sejarah baru di panggung sepak bola dunia. Tim berjuluk Les Leopards tersebut berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Portugal, dengan skor 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang digelar di Houston Stadium, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

Gol sundulan dari penyerang Yoane Wissa tidak hanya melahirkan poin dan gol perdana bagi negaranya sejak debut di tahun 1974, tetapi juga sukses menggagalkan ambisi poin penuh Cristiano Ronaldo dkk.

Pertandingan ini sempat diprediksi akan menjadi panggung pesta bagi Portugal. Melansir laporan Kompas.com, anak asuh Roberto Martinez langsung menggebrak sejak peluit pertama dibunyikan. Hasilnya pun instan; laga baru berjalan enam menit, gelandang muda João Neves sukses merobek jala gawang lawan. Memanfaatkan umpan silang matang dari Pedro Neto, Neves yang datang dari lini kedua melepaskan sundulan akurat ke sudut kanan gawang yang dikawal Lionel Mpasi. Portugal memimpin 1-0.

​Namun, keunggulan cepat tersebut justru membuat intensitas permainan Portugal menurun. Menghadapi tembok kokoh formasi 5-3-2 milik RD Kongo, aliran bola Cristiano Ronaldo dkk menjadi lambat dan monoton. Sebaliknya, RD Kongo bermain sangat disiplin dan memanfaatkan keunggulan fisik dalam memenangi duel-duel transisi.

​Malapetaka bagi Portugal lahir tepat di pengujung babak pertama (45+5′). Melalui skema sepak pojok pendek yang cerdas, Arthur Masuaku melepaskan umpan lambung melengkung ke jantung pertahanan. Penyerang Brentford, Yoane Wissa, melompat tanpa terkawal oleh bek muda Tomas Araujo dan melepaskan tandukan tajam yang menaklukkan Diogo Costa. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Baca juga:  Piala Dunia 2026 Terancam Sepi Penonton, Masalah Visa AS dan Tiket Mahal Jadi Pemicu

​Di babak kedua, Roberto Martinez mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan darah segar seperti Francisco Conceição dan Rafael Leão. Portugal sejatinya sempat bersorak pada menit ke-55 ketika João Cancelo mencetak gol lewat tendangan salto spektakuler, namun wasit menganulirnya karena posisi Cancelo telah berada dalam posisi offside. RD Kongo bahkan nyaris membalikkan kedudukan dua menit berselang andai tendangan Cedric Bakambu tidak membentur tiang gawang. Hingga laga usai, skor imbang 1-1 tidak berubah.

Pernyataan Resmi dari Lapangan

​Keberhasilan ini disambut dengan sukacita luar biasa oleh kubu Afrika, mengingat persiapan mereka sempat terganggu oleh karantina medis selama tiga minggu di Belgia sebelum terbang ke Amerika Serikat. Sebagaimana dikutip dari The Guardian, pelatih kepala RD Kongo, Sébastien Desabre, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas perjuangan anak asuhnya.

​”Kami telah memberikan segalanya di atas lapangan dan kami sangat gembira dengan hasil ini. Ini adalah hadiah atas kerja keras, disiplin, dan pengorbanan seluruh tim di tengah masa persiapan yang sangat menantang bagi kami,” ujar Desabre kepada The Guardian.

Fakta Menarik & Catatan Sejarah (Analisis Opta & FIFA)

Baca juga:  Hari ini, Dandim Cup 2022 Masuk Babak Perempat Final. Ini Nama Tim Yang Lolos

​Berdasarkan data statistik yang dihimpun oleh Opta dan FIFA, pertandingan ini melahirkan sejumlah catatan sejarah dan anomali taktis yang mencengangkan:

  • ​Tembok Afrika Terkokoh: Berdasarkan data dari Opta, Portugal hanya mampu melepaskan total 7 tembakan dengan hanya 1 yang tepat sasaran sepanjang 90 menit. Ini merupakan catatan ofensif terburuk Selecao das Quinas dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak edisi tahun 1966.
  • ​Tinta Emas Yoane Wissa: Gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Yoane Wissa merupakan gol pertama sepanjang sejarah keikutsertaan RD Kongo di putaran final Piala Dunia, sekaligus menghasilkan poin perdana mereka di turnamen ini sejak debut di tahun 1974 (saat masih bernama Zaire).
  • ​Rekor Abadi Ronaldo: Di balik hasil minor timnya, Cristiano Ronaldo resmi menjadi pemain outfield (bukan kiper) tertua yang pernah menjadi starter dalam sejarah Piala Dunia. Ia juga kini menyamai legenda Italia, Paolo Maldini, di peringkat keempat dalam daftar penampilan terbanyak di Piala Dunia dengan total 23 pertandingan.

​Dengan hasil ini, persaingan di Grup K Piala Dunia 2026 langsung memanas. Portugal dituntut wajib menang pada laga kedua kontra Uzbekistan pada 24 Juni mendatang jika ingin menjaga asa lolos ke babak sistem gugur.*

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP