Pimpin Upacara HARGANAS ke-33, Gubernur Yulius Selvanus Ajak Keluarga Sulut Jadi Benteng Cetak Generasi Emas Indonesia

Berita, Manado323 Dilihat

Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan ketahanan keluarga merupakan kunci memanfaatkan bonus demografi dan mencegah berbagai persoalan sosial di tengah era penuh tantangan.

MANADO, SASTALPOS.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin (29/6/2026) pagi.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

Dalam amanat tersebut, Gubernur Yulius menegaskan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi nasional untuk memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

“Ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional karena berkorelasi langsung dengan masa depan Indonesia,” ujar Gubernur Yulius saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Gubernur menjelaskan, Indonesia saat ini sedang berada pada momentum Bonus Demografi yang dapat menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, peluang tersebut juga berpotensi berubah menjadi bencana demografi apabila usia produktif tidak memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Baca juga:  Sesuai Prediksi Barangka United Melaju Ke Semi Final Kandaskan Destructive FC 2 - 1

Karena itu, menurutnya, transformasi kualitas SDM harus dimulai dari lingkungan keluarga sejak anak masih berada dalam kandungan melalui pola pengasuhan yang tepat dan berkelanjutan.

Untuk mengoptimalkan Bonus Demografi menuju Indonesia Emas 2045, terdapat tiga pilar utama yang harus diperkuat oleh keluarga, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.

Pada aspek kesehatan, pemerintah terus mendorong percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Sementara dalam pendidikan karakter, rumah harus menjadi tempat pertama dalam menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan kedisiplinan.

Adapun dalam aspek ketahanan mental, keluarga diharapkan mampu menjadi pelabuhan emosional yang aman dan stabil agar anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, resilien, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman.

Gubernur Yulius juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif seorang ayah dalam pengasuhan anak untuk mencegah fenomena fatherless country, yakni kondisi ketika ayah hadir secara fisik tetapi tidak hadir secara emosional dan psikologis.

Baca juga:  Gubernur Yulius dan Forkopimda Sulut Kawal Program Prabowo, 1.061 Koperasi Merah Putih Resmi Beroperasi

Menurutnya, absennya peran orang tua dalam pengasuhan dapat memicu berbagai persoalan sosial yang saat ini semakin mengkhawatirkan, mulai dari tawuran pelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.

“Wahai para ayah, letakkan gawai Anda di rumah, peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dan batasi waktu layar mereka pada hal-hal yang produktif,” tutur Gubernur Yulius menyampaikan pesan pemerintah pusat.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Yulius mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara menjadikan keluarga sebagai benteng pertahanan pertama dan rumah sebagai tempat paling aman bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul, bermoral, dan bermental baja.

Upacara peringatan HARGANAS ke-33 berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat eselon, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

(Redaksi )

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP