SANGIHE.SASTALPOS.COM – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tahuna, Yosef Leonard Sihombing, menggelar tatap muka perdana bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Tahuna, Selasa (27/01). Kegiatan ini menjadi momentum awal kepemimpinannya untuk membangun komunikasi dan kebersamaan dengan seluruh warga binaan.
Dalam arahannya, Kalapas menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar sesama warga binaan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Ia juga mengingatkan agar seluruh WBP memahami dan mematuhi setiap peraturan serta tata tertib yang berlaku.
“Marilah kita sama-sama menjaga ketertiban di Lapas Tahuna. Patuhi dan jangan melanggar aturan yang ada. Jika keamanan terjaga dengan baik, maka seluruh program pembinaan yang diikuti dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Yosef.
Pada kesempatan tersebut, Yosef menegaskan bahwa pemenuhan hak integrasi, seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Asimilasi, akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia memastikan seluruh warga binaan memiliki kesempatan yang sama selama berkelakuan baik dan memenuhi persyaratan administratif maupun substantif.
“Saya pastikan setiap warga binaan memperoleh hak integrasi sesuai aturan, selama berperilaku baik dalam masa pembinaan dan memenuhi seluruh persyaratan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kalapas mengajak seluruh WBP untuk aktif mengikuti program pembinaan, baik pembinaan kemandirian maupun kepribadian. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian penting dari proses rehabilitasi untuk membentuk pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.
Selain itu, Yosef juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kamar dan blok hunian guna menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan terhindar dari berbagai penyakit. Ia juga mengimbau warga binaan agar memanfaatkan waktu dengan baik untuk beribadah serta menyusun rencana hidup yang bermanfaat setelah bebas nanti.
Mengakhiri arahannya, Kalapas berharap seluruh warga binaan memiliki sikap lapang dada dalam menerima konsekuensi atas kesalahan yang pernah diperbuat. Menurutnya, sikap menerima merupakan langkah awal dalam proses perubahan diri.
“Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan tersebut dan mengambil hikmahnya untuk berubah menjadi lebih baik,” tandasnya.
Kegiatan tatap muka ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Kalapas menerima berbagai masukan dan saran dari warga binaan, serta berjanji akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk segera ditindaklanjuti.







